SATU KOKAM TERSAKITI, SERIBU KOKAM TERSAKITI

(sebuah tanggapan atas tulisan yang baru-baru ini viral)

“Tak perlu bersikeras menjelaskan siapa dirimu, karena orang yang mencintaimu tak membutuhkan itu, dan orang yang membencimu tak akan percaya itu” Kutipan ini sering disebut dari Ali Ibn Abi Thalib.

Ketika mendapati tulisan berjudul “Ilusi Machoisme yang Menyedihkan” dibawah dari seorang sahabat KOKAM, hati ini ikut terhenyak. Tulisan tersebut ternyata telah dishare ribuan kali dan dimuat pula dalam fanspage Katakita.

Kami membayangkan berapa kepala yg terkena dampak kebohongannya jika tulisan tersebut tidak diluruskan. Awalnya kami pikir tidak perlu ditanggapi, tapi karena ini fitnah maka perlu kami luruskan.

Identitas penulis tidak penting & tidak perlu diungkap disini. Yang kita fokuskan ke konten tulisannya.

Mari kita luruskan satu persatu.

1. Mereka menulis :
“Orang ini (Komandan KOKAM) ingin mengesankan kegagahan, machoisme, maka ia memilih kuda sebagai tunggangannya. Meniru imajinasi jujungannya, Prabowo. Bedanya, ia melakukannya sesuai budget yang ada. Pengin gagah, tapi ngirit.

Maka ia memilih kuda kurus dan kecil. Dua pengawalnya juga kerempeng. Pandangannya nanar. Gayanya seadanya. Baju dorengnya kedodoran. Dan yang membedakan mereka berdua dengan tentara selazimnya adalah, lengan bajunya tidak digulung.”

Tanggapan Kami :
Menunggang kuda adalah bentuk melestarikan sunnah. Siapapun yg berusaha melestarikan sunnah harus kita apresiasi, terutama jika dia seorang muslim. Jangan karena kudanya anda anggap kecil, lantas anda rendahkan. Terkesan anda mencari-cari kesalahan yang sama sekali tidak substantif.

2. Mereka menulis :
“Orang ini mungkin sedang membayangkan jiwa korsa. Meski jelas tertulis di dadanya Kokam. Organisasi yang mungkin tak pernah diajari memegang senjata api. Mungkin hanya baris-berbaris, pamer foto di media sosial. Organisasi yang lahir belakangan dan serba tertinggal. ”

Tanggapan Kami :
Statement ini tendensius atau memang kurang referensi. Yang bersangkutan perlu membaca lagi referensi yang berkaitan dengan KOKAM & Muhammadiyah. Di Ensiklopedia Muhammadiyah hal. 197, dijelaskan bahwa Kokam /Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah resmi dibentuk pada tanggal 1 Oktober 1965 utk menghadapi PKI. Jadi klaim organisasi belakangan dan serba tertinggal adalah hoax dan sama sekali tidak berdasar.

3.Mereka menulis :
“Saat orang lain sudah bertahun-tahun lampau bergumul dengan mayat dan amis darah, tiba-tiba ada ide brilian di antara mereka, “Aha! kita bikin organisasi para militer!”

Tanggapan Kami :
Justru Kokam dibentuk pada tahun 1965 sebagai perpanjangan tangan Muhammadiyah untuk bahu membahu bersama rakyat & ABRI menghadapi PKI yang haus darah ummat islam.

4.Mereka menulis :
“Lalu sekarang, orang-orang culun itu dikumpulkan oleh sebuah cita-cita besar, untuk bisa main tentara-tentaraan. Dan digunakan untuk memberikan tekanan politik. Meski tampang mereka lucu, usaha mereka boleh juga. Setidaknya, dalam kumpulan ribuan, suara mereka cukup keras menggelegar.”

Tanggapan Kami :
Jika anda seorang muslim, kemanakah anda saat seorang Siyono dizalimi hingga kehilangan nyawa dan keluarganya diintimidasi. Kemanakah anda saat petani kendeng dan juga Novel Baswedan dizalimi. Apakah pembelaan kokam terhadap mereka anda sebut main tentara-tentaraan?

5. Mereka menulis :
“Ini ironi yang menyedihkan. Dari organisasi yang jauh dari kesan kekerasan, orang-orang dengan ilusi machoisme paramiliter terlahir. Mereka seperti hendak menolak sejarah, hendak mengubah cara pandang pendahulu mereka. Bahwa ngurus pendidikan dan kesehatan saja tidak cukup. Generasi baru harus diberi kebanggaan main tentara-tentaraan.”

Tanggapan Kami :
Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah waktu itu Kyai Ahmad Badawi, bersama Jenderal Besar Besar A.H Nasution sepakat berkerjasama mengadakan Kursus Kader Takari (cikal bakal KOKAM). Akhirnya Kolonel H.S Prodjokusumo yang juga ketua PWM Jakarta diangkat jadi Komandan KOKAM pertama. Muhammadiyah memang anti-kekerasan, awalnya konsen ke sosial pendidikan dan kesehatan. Tapi untuk kebutuhan nahi munkar saat itu, para Kyai & Ulama memandang perlu dibentuk KOKAM. (Referensi : Sejarah KOKAM hal. 51)

6. Mereka menulis :
“Biar culun, kerempeng, tak pernah pegang senjata, tak mengapa. Yang penting teriakannya kenceng. Kalau makan nambah.”

Tanggapan Kami :
Tuduhan ini jelas bertentangan dengan fakta. Dulu KOKAM dilatih khusus oleh RPKAD (Sekarang Kopassus) utk menghadapi PKI. Dan di masa sekarang KOKAM masih sering bekerja sama dengan pihak TNI setempat untuk melakukan pelatihan kader. Silahkan cek berita.

https://www.panjimas.com/news/2018/01/16/250-kokam-diklat-karakter-building-di-yonif-413-sukoharjo/

https://malangvoice.com/diklat-khusus-pimpinan-wilayah-kokam-se-jatim-digembleng-materi-fisik-dan-mental-2/

7. Mereka menulis :
“Orang ini adalah gambaran sempurna dari ketakseimbangan antara cita-cita dengan realita. Low budget, tapi ingin tampil gaya. Maka ketika Amien Rais dipanggil polisi, dengan arogansi ndesit, ia berkata, “(nanti) Kokam marah…”

Mungkin dalam bayangannya, Kokam itu menakutkan. Padahal kalau melihat foto ini orang-orang justru malah tertawa…”

Tanggapan kami :
Tuduhan arogansi ini jelas hoax. KOKAM hanya mengingatkan bahwa penegakkan hukum haruslah adil. Sudah jelas juga si penulis lebih banyak menggunakan perasaan daripada fakta dan data. Dominan subyektifitas daripasa obyektifitas.

Mari kita warga persyarikatan cerdas dalam menyikapi sebuah isu.

===========================

*KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) adalah kesatuan dari Unsur Muhammadiyah yang lahir ketika kondisi bangsa sedang mengalami guncangan keras. KOKAM adalah kesatuan anak muda yang siap menjaga keutuhan bangsa dari rongrongan kelompok yang ingin memecah belah persatuan.
(Sejarah Kokam hal 69)

ttd.
Tim Admin Generasi Muda Muhammadiyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s