Istri yang durhaka kepada suami…

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar Room : 21)

Kedurhakaan seorang istri kepada suami nya amat banyak ragam dan bentuknya, seperti mencaci maki suami, mengangkat suara depan suami, membuat suami jengkel, berwajah cemberut depan suami, menolak ajakan suami untuk Jima’, membenci keluarga suami, tidak mensyukuri (mengingkari) kebaikan, dan pemberian suami, tidak mau mengurusi rumah tangga suami, selingkuh, berpacaran dibelakang suami, keluar rumah tanpa izin suami.

Tujuan suatu pernikahan adalah untuk menciptakan kecenderungan (ketenangan), kasih sayang dan cinta. Sebab seorang istri akan menjadi penyejuk mata dan penenang di kala timbul problema. Namun jika istri itu durhaka lagi membangkang kepada suaminya maka kehancuran ada di depan mata. Dia tidak lagi menjadi penyejuk hati tapi menjadi musibah dan neraka bagi suaminya.

Rasulullah SAW bersabda, ‘Perhatikanlah selalu bagaimana hubunganmu denganya, sebab suamimu adalah surgamu, dan nerakamu’. ”[HR An-Nasa’i dalam Al-Kubra (8963), Ahmad dalam Al-Musnad (4/341 / no. 19025) , dan lainnya]

Begitu besarnya kewajiban istri untuk mengikuti suami sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menyampaikan bahwa
jika sekiranya beliau diperbolehkan memerintahkan seorang manusia untuk bersujud kepada manusia yang lain, maka beliau akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suami-suami mereka
.
Yang terjadi di masyarakat kita adalah adanya kecenderungan para istri untuk membangkang terhadap suami mereka. Termasuk dalam hal ini adalah kelalaian mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai istri dan sebagai ibu rumah tangga. Mereka lebih senang sibuk dalam aktivitas di luar rumah, mengejar karir di luar rumah dan melupakan urusan rumah tangganya, menganggap pekerjaan melayani suami sebagai pekerjaan yang merendahkan martabatnya. Jauh dari kriteria Baiti Jannati, rumah yang betul-betul menjadi the real home bagi para anggota keluarga.

Betapa indahnya apabila keseharian rumah tangga dihiasi oleh saling setia, saling pengertian, saling perhatian, saling melengkapi, saling menghargai, saling mengisi, saling menyempurnakan, saling percaya, dan saling mengingatkan agar selalu diridai Allah SWT. Namun biduk rumah tangga memang tak selamanya dapat dilalui dengan mulus. Terkadang memang disertai riak gelombang yang berpotensi menenggelamkan serta menghancurkan mahligai pernikahan. Seorang istri berkewajiban menghargai dan menghormati suaminya, sepanjang dalam koridor agama dan ketaatan kepada Allah.

Semoga para istri kita tidak mempunyai sikap seperti diatas, dan Semoga Allah menjadikan kita pasangan suami istri yang sakinah mawaddah warahmah. Aamiin…

Malang, 13 Oktober 2018

JAWAD BAHONAR

Dari segala sumber.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Istri yang durhaka kepada suami…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s