MAAFKANLAH KESALAHAN ORANG LAIN, ALLAH AKAN MEMAAFKANM…

Oleh :

Akhuukum Fillaah
Abu Hashif Wahyudin Al-Bimawi

 

بسم الله الرحمن الرحيم

الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ

As-Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhohulloh pernah memberi nasehat kpd kita sbb :

إذا كنـت تريـد أن يغــفر الله لك فاغفــر لمن أسـاء إليك. لأن الجـزاء من جنـس العمـل

“Apabila engkau ingin agar Alloh mengampunimu, maka ampunilah (yakni maafkanlah kesalahan) orang-orang yang pernah berbuat jelek kepadamu. Karena balasan itu (akan diberikan oleh Alloh kpd seseorang) sesuai dengan jenis perbuatannya.” (Sumber : Syarah Kitab Al Kabair (hal.106), karya Syaikh Sholih Al-Fauzan hafidzhohulloh)

Catatan :

1. Ya, sepantasnya seorang Muslim itu bisa menjadi seorang yang pemaaf. Meskipun menjadi seorang yang pemaaf itu adalah sesuatu yang sangat berat.

Karena itu, bisakah kita menjadi pemaaf?

2. Allah ta’ala memerintahkan kepada kita agar menjadi pemaaf, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak firman-Nya di dalam Al-Qur’an.

Diantaranya berikut ini :

{خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ (199) وَإِمَّا يَنزغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نزغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (200) }

“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang-orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS Al-A’rof : 199-200)

Allah ta’ala juga berfirman :

{وَلا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (22) }

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kalian bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah. Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nuur : 22)

Ketahuilah pula, bahwa pemaaf itu adalah sifat-sifatnya orang yang bertakwa. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ta’ala :

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(Diantara sifat orang yg bertakwa yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan..” (QS. Ali Imran: 134)

Demikianlah, masih banyak dalil yang lainnya.

3. Rosululloh SAW pernah memberikan wasiat pada sahabat beliau yang mulia, Jabir bin Sulaim Ra sbb :

وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan At-Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh menyatakan bahwa hadits ini shohih).”

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin Rohimahulloh menjelaskan tentang hadits di atas sbb :

“Hendaklah setiap orang memiliki sifat mudah memaafkan yang lain.
Tidak semua isu (berita bohong) yang sampai ke telinganya, ia terima mentah-mentah, lantas ia membenci orang yang menyuarakan isu yang tidak menyenangkan tersebut.”

Hendaklah setiap orang memiliki sifat pemaaf. Karena Allah sangat menyukai orang yang memiliki sifat mulia tersebut, yang mudah memaafkan yang lain.

Lantaran itu, ia akan diberi ganjaran. Karena jika dibalas dengan saling mempermalukan dan menjatuhkan, pasti konflik yang terjadi tak kunjung usai.

Permusuhan akan tetap terus ada.

“Tetapi jika dibalas dengan diam (yakni tidak menanggapinya), maka rampunglah perselisihan yang sedang berkecamuk.”

(Syarh Riyadhis Sholihin, 4/297).

Kemudian, Syaikh juga menjelaskan tentang sebagian dari sifat2 ibadurrahman yg dijelaskan dlm firman Alloh ta’ala :

وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka (ibadurrahman tsb), maka mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al Furqon: 63).

Syaikh menjelaskan ayat ini dengan mengatakan :

“Jika ada orang jahil mengejek, maka balaslah dengan mengucapkan doa kebaikan untuknya, semisal mengucapkan ‘jazakallah khoiron‘ (artinya: semoga Allah membalas kebaikanmu). Lalu berpalinglah darinya. Tidak perlu berbicara dan melakukan hal lainnya.” ( Syarh Riyadhus Sholihin, 4/297-298).

4. Sebagai tambahan : ketahuilah bahwa diantara adab yang diajarkan dalam Al Qur’an pula adalah : membalas setiap tingkah laku jelek dari orang lain dengan kebaikan.

Siapa yang bisa melakukan hal ini, sungguh ia benar-benar memiliki sifat sabar.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

Demikianlah, semoga Allah karuniakan pada kita, sifat pemaaf dan sabar dalam menghadapi kejelekan orang lain, terutama dari orang-orang yang masih jahil (bodoh).

Wallaahu A’lam Bish-Showwaab…
Wallaahu Waliyyut Taufiq

Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua, serta bisa sebagai acuan untuk senantiasa memperbaiki amal kita diatas sunnah Nabi Shollallaahu ‘Alaihi Wa Sallaam dan Tidak berbicara agama dengan menggunakan Akal dan Hawa Nafsu melainkan dg Dalil Yang Shohih.

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s