10 Cara Wanita Menyelamatkan Diri dari Fitnah

Rasulullah bersabda “Sepeninggal ku tidak ada fitnah yang lebih besar daripada wanita”. (HR Bukhari, HR Muslim).

Ucapan rasul ini adalah peringatan bagi kita kaum wanita agar sangat berhati hati berbicara, bersikap dan bertindak agar kita tidak menjadi bagian dari fitnah dunia.

Pertanyaannya “bagaimana kita bisa menyelamatkan diri kita agar tidak selamat dari fitnah dan tidak menjadi bagian dari fitnah?” Ini adalah pertanyaan yang sangat krusial untuk dianalisa dan difahami oleh setiap muslimah.

Pertama, Hindari Ghibah

Sangat penting bagi wanita untuk meninggalkan segala bentuk gossip entah itu ikut nimbrung dengar kawan bergosip atau menonton/mendengar acara gossip. Dengan menghindari masuknya gossip anda tidak akan punya bahan untuk bergossip. Ingatlah gossip itu sebagai perbuatan yang sangat menjijikkan (Al-hujurat 12)

Kedua, Menjaga pakaian (Menutup aurat)

Wanita tidak hanya harus bisa menjaga pandangannya tetapi terlebih lagi harus bisa menjaga tubuhnya agar tidak menjadi sumber pemandangan.
Perhatikanlah cara berpakaian kita. Hindari pakaian yang menampilkan lekuk tubuh, bahan yang terlalu tipis, dan terbuka aurat. Namun juga kita harus tetap bisa tampil bersih, rapi, menyenangkan dan syar’i. (An nuur 31).

Ketiga, Betahlah dirumah

“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah rumah kalian dan janganlah kalianberhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliyah yang dahulu…” (Al Ahzab: 33).

Jika tidak punya keperluan yang penting, lebih baik bagi wanita untuk berada dirumahnya. Lihat baik menjadikan rumah kita sebagai tempat berkumpul dengan teman teman daripada harus bertemu di café atau tempat tempat umum lainnya. Jangan lupa untuk mengajak tamu kita untuk sholat atau tilawah bersama dan muliakan dia dengan memberinya hidangan. (tentu teman sesama wanita)

Keempat, Memelihara pikiran/Jauhi Suudzon

Sibukkanlah pikiran kita dengan hal-hal berguna hingga ia tidak memberikan tempat bagi pikiran jelek. Bila kita membiarkan satu pikiran jelek ada dalam otak kita, maka ia akan turun kehati. Jika ada kesempatan yang pas, maka sadar ataupun tidak sadar kita akan melepaskannya. Bunuhlah pikiran jelek itu sebelum ia membunuh amal kita.

“Hai orang orang yang beriman, jauhilah kebanyakan pra sangka (kecurigaan), karena sebagian dari pra sangka itu adalah dosa.” (QS. al-Hujarat: 12)

Kelima, hati-hatilah memilih teman
“ Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, No. 927)

Keenam, hati-hati pilih tempat bersosial

Memilih tempat bergaul juga sangat penting untuk dipehatikan. Tentu bar dan nightclub bukannya tempat seorang muslim. Jagalah kaki kita agar tidak melangkah ke tempat-tempat yang berpotensi bisa menimbulkan maksiat.

Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya ia termasuk perbuatan fasihah dan seburuk-buruk jalan” (QS Al Isra:32)

Ketujuh, Menyibukkan diri dengan hal baik

“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal hal yang batil”
(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah)

Kedelapan, Menikahlah

Rasulullah mengatakan menikahlah terlebih dahulu sebagai solusi pertama, baru jika tidak mampu ia disunnahkan untuk berpuasa. “wahai para pemuda, siapa saja diantara kamu sudah merasa mampu, menikahlah, namun jika tidak mampu menikah, berpuasalah (HR Bukhari)

Kesembilan, Berpuasalah

Seperti disinggung diatas, bagi yang tidak mampu menikah sebaiknya berpuasa. Tidak mampu disini bisa jadi karena tidak punya biaya atau belum ketemu jodohnya
Bersabarlah dan berpuasalah. Dengan berpuasalah hati dan pikiran menjadi lebih tenang karena puasa bisa mengurangi nafsu terhadap dunia. (Al- Qurtubi)

Kesepuluh, isi hati dengan zikir

“ Orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram ” (Qs. Ar-Ra’du: 28).

Isilah tiap waktu kita dengan zikir. Zikir itu seperti petugas keamanan yang melindung hati kita dari bisikan dan pikiran jahat disisipkan syaithon. Jika hati kita terjaga, insya Allah lidah, hati, kaki, tangan, dan pikiran kita juga akan terjaga.

Semoga Ar Rahman berkenan membukakan pintu hati kita sekeluarga untuk senantiasa selalu berupaya mendekatkan diri kepada Nya,

Aamiin..Yaa Robbal ‘alamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s