Dahnil : Karakter Kokam Itu Satu Komando

JAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa sifat anggota Kokam itu adalah satu Komando. Menurutnya, setiap anggota Kokam harus mematuhi keputusan pimpinan, baik pusat maupun daerah. “Harus Sami’na wa atho’na, kami dengar dan kami taat,” ujarnya pada Kamis (29/3).

“Diskusi dan berdebat boleh selama belum menjadi keputusan. Tetapi jika suatu hal sudah menjadi keputusan, Kokam hanya punya satu jawaban, ‘Siap’. Kokam bukan tempat berdebat,” tegasnya dalam acara pembukaan Rakornas dan Diksus Mitigasi Bencana Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta.

Tidak dalam koridor memaksa, Dahnil memberi penegasan tersebut karena ia menilai Kokam belum benar-benar merapatkan barisan dan satu komando.

Sementara itu kepatuhan pada putusan pimpinan menurutnya adalah sudah merupakan keniscayaan moral anggota Kokam.

Dahnil secara khusus tidak menginginkan kader Kokam berjalan sendiri diluar komando dan keputusan para pimpinannya.

“Pada apel akbar antara Kokam dan Banser di Prambanan contohnya, ada yang memprovokasi untuk tidak hadir. Itu bukan Kokam dan bukan cara Kokam. Justru merusak Kokam,” ujar Dahnil.

“Salah satu tokoh bangsa, H.O.S Tjokroaminoto pernah berpesan kepada para aktivis Islam, ada tiga hal penting. Semurni-murninya tauhid, setinggi-tingginya ilmu, dan sepintar-pintarnya siasat. Tiga hal itu harus diperhatikan anggota Kokam,” imbuhnya.

Dahnil mengingatkan anggota Kokam agar menjaga tiga hal, yakni menjaga ukhuwah, menjaga persatuan, dan menggembirakan kemanusiaan.

“Kokam harus dalam satu barisan, satu suara, dan satu gerak dalam rangka merawat trilogi itu,” seru Dahnil.

Di lain hal, Dahnil menyatakan ketidaksetujuannya jika peran Kokam direduksi semata-mata menjaga acara Persyarikatan dan melindungi amal usaha milik Persyarikatan. Anggota Kokam menurutnya juga harus percaya diri mengenalkan Kokam ke masyarakat.

“Sebab saat ini dalam banyak hal Kokam punya peran strategis. Hari ini kekhususan diklat kita berbicara tentang kebencanaan. Pentingnya komando untuk kerja-kerja strategis semacam ini sehingga kepemimpinan penting untuk didengarkan,” tegas Dahnil. (afandi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s