Wasiat Siti Khodijah kepada Rasulullah SAW…

Seluruh kekayaaan Khodijah telah diserahkan pada suaminya yaitu Nabi  Muhammad SAW untuk   perjuangan Agama Islam. Dua pertiga kekayaan Kota Makkah adalah milik Khodijah, tetapi ketika Khodijah wafat, tidak ada kain kafan yang digunakan untuk menutupi jasadnya,  bahkan pakaian yang digunakan Khodijah saat itu adalah pakaian yang sangat kumuh dengan 83 tambalan, diantaranya ditambal dengan kulit kayu.
Dikisahkan, suatu ketika Nabi Muhammad pulang dari dakwah, saat masuk rumah, Khodijah berdiri hendak menyambut, Nabi saw berkata : “Wahai Khodijah tetaplah ditempatmu” waktu itu Khodijah sedang menyusui Fatimah. 
Begitu besar pengorbanan Nabi SAW & Khodijah untuk agama ini, sehingga saat ini kita mengenal Rabbul ‘alamin, mengenal sholat, mengenal Ilah yang Haq,  mengenal Allah.
Seluruh harta kekayaan mereka telah habis, sehingga saat Khodijah menyusui Fatimah, bukan air susu yang keluar tapi darah yang mengalir ke mulut Fatimah. 
Maka Nabi SAW mengambil Fatimah lalu diletakkan ditempat tidur, kemudian Nabi SAW berbaring dipangkuan Khodijah, karena rasa lelah yang sangat (dalam menyampaikan dakwah kepada manusia, dengan menghadapi caci maki & fitnah dari manusia ketika itu) Nabi tertidur di pangkuan Khodijah. Ketika itulah Khodijah membelai kepala Rasulullah dengan belaian kasih sayang. Tak terasa air mata Khodijah menetes di pipi Nabi SAW yang membuat Nabi SAW terbangun. “Wahai Khodijah, kenapa menangis?  Apakah  menyesal menikah denganku? Dulu kamu wanita yang sangat terhormat, mulia dan hartawan…. tapi sekarang kamu telah di hina orang, semua menjauhimu, seluruh harta kekayaanmu habis. Apakah engkau menyesal  wahai Khodijah?”.

  • Khodijah menjawab : “wahai Suamiku, wahai Nabi Allah….bukan itu yang aku tangisi, dulu aku memiliki kemuliaan tapi seluruh kemuliaan itu aku serahkan pada Allah & Rosul-Nya. Dulu aku punya kebangsawanan tapi kebangsawanan itu pun aku serahkan untuk  Allah & Rosul-Nya, dulu aku memilki harta kekayaan, tapi seluruh harta kekayaan itu pun aku serahkan untuk Allah & Rosul-Nya. Wahai Rosulullah, sekarang aku tak memiliki apa-apa lagi, tapi engkau terus memperjuangkan agama ini, sekiranya aku meninggal nanti sedang perjuanganmu belum usai & engkau hendak menyeberangi lautan atau sebuah sungai, sedang engkau tidak memiliki rakit atau jembatan, maka galilah lubang kuburku & ambillah tulang-tulangku, jadikanlah sebagai pegangan untuk menyeberanginya dalam rangka menyampaikan risalah-Nya. Ingatkan mereka akan kebesaran Allah, ingatkan mereka kepada yang Haq,  ajak mereka kepada Islam”

Seorang Nabi yang agung dengan seorang istri yang agung pula, kemudian mereka berpelukan & menangis memikirkan agama ini. Islam sampai dikehidupan kita, Islam masuk di rumah-rumah kita, Islam masuk ke dalam hati kita, bukan karena dibawa  burung, bukan pula dibawa angin, bukan juga dibawa oleh air sungai yang mengalir.
Agama ini sampai pada kehidupan kita karena dibawa dengan segenap pengorbanan Rosulullah & para sahabatnya,dibawa dengan pengorbanan janda-janda para sahabat, dibawa dengan pengorbanan oleh yatim-yatim para sahabat.
*Lantas… apa yang telah kita korbankan untuk Islam?? Agar cahaya Islam senantiasa bersinar di jagad raya alam ini*…
Semoga Alloh selalu menuntun & menyelamatkan hidup kita fiddunia wal akhirat… 

Aamiin…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s