Foto-foto Revolusi Nasional Yang di hapus Belanda

Disajikan dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia tercinta yang ke 71 Tahun 

 

Tujuan Penulisan artikel ini ?

Agar kita benci Belanda??, bukan !!! pemikiran itu sangat jauh dari hal ini. Tulisan ini pun bisa disusun karena ada keterbukaan dari pihak mereka juga, bahkan ada yang mau menerjemahkan surat bahasa Belanda yang menggunakan Old Dutch. Memang sangat susah mengakui aib ? jadi hargai , generasi mereka yang sekarang pun banyak yang cinta Indonesia.
Diharapkan tulisan ini menambah wawasan sejarah kita yang mungkin terbatas oleh Buku-buku pelajaran formal, dengan itu kita bisa menghargai para pendahulu kita yang menderita akibat peristiwa demikian. Intinya kejadian seperti ini berulang, baik kita yang menjajah bangsa lain, terlebih menjajah saudara 1 tanah air.

Buat yang belum tahu Peristiwa Revolusi Nasional Indonesia

Revolusi Nasional Indonesia adalah sebuah konflik bersenjata dan pertentangan diplomasi antara Republik Indonesia yang baru lahir melawan Kerajaan Belanda yang dibantu oleh pihak Sekutu, diwakili oleh Inggris. Rangkaian peristiwa ini terjadi mulai dari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Kerajaan Belanda pada 29 Desember 1949. Meskipun demikian, gerakan revolusi itu sendiri telah dimulai pada tahun 1908, yang saat ini diperingati sebagai tahun dimulainya kebangkitan nasional Indonesia. – WIKIPEDIA

Cerita awal

Pada tahun 1969, Belanda terguncang, Bagaimana tidak, dalam program sebuah televisi bernama Achter het Niews (Di balik berita), seorang veteran perang Joop Hueting mengungkapkan adanya kejahatan perang yang dilakaukan oleh tentara belanda saat berlangsungnya Revolusi Nasional Indonesia. Dengan adanya pengungkapan ini, dia menyalahkan dirinya sendiri dan juga mengungkap rahasia negara dia sendiri.

Wawancara Achter het News dengan Joop Hueting

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

wawancara dengan Joop Hueting (kanan) oleh Hans Jacob – destrijd.vara.nl



Sekitar Januari 2016, Hueting menceritakan kembali ceritanya di Museum Resistan Belanda di Amsterdam dalam rangka pameranColonial War 1945-1949 – desired and undiesired images yang berlangsung sampai 3 April 2016.
Pameran ini menceritakan sejarah Revolusi Nasional Indonesia dari sudut pandang Belanda – satu hal yang sangat mempengaruhi media belanda.

Pameran Foto di Amsterdam

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

Pameran Foto bertajuk – PERANG KOLONIAL – gewenst en ongewenst beeld (Gambar yang diinginkan dan tidak diinginkan)

Di pameran ini, foto-foto dipamerkan sesuai dengan kronologinya, baik itu yang sudah lolos seleksi dan terpublikasi di Belanda maupun foto-foto yang ditarik oleh pihak militer, salah satu alasannya ya karena kejahatan perang.

Berikut adalah foto-foto yang kala itu lolos dan masuk di Koran atapun majalah di Belanda dan Eropa seperti Panorama, Katholieke Illustratie dan Der Spiegel

lolos publikasi :Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

Lolos Publikasi : Tentara Belanda dari Brigade V memasuki kota. Paling depan yakni seorang pasukan wajib militer M.A.P de lange berpose duduk dengan mengarahkan bayonetnya agar terlihat kerlang.kerling menghadap cahaya matahari, pose diarahkan oleh sang Fotografer. Solo, Jawa Tengah (T.Schilling, DLC, NA)

 

lolos publikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

Seorang anak kecil kurus kerempeng yang mendapatkan rangsum dan rokok dari marinir belanda, foto ini adalah hasi dari crop-an sebuah foto dan di zoom/fokuskan ke anak kecil, sedangkan sisanya dibuang oleh pihak editor. Madura Barat, akhir Agustus 1947. (H Wilmar, Foto Spaarnestad, NA)

 

lolos publikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

lolos publikasi : Seorang wanita lokal dengan anaknya mendapatkan rangsum dan sebuah roti dari tentara belanda. Jawa Barat 1946. Capcay originalnya : “Dengan senyumnya yang mengembang, dia menggumam terus menerus, trima kassi tuan (thank you sir) “. (W. van de Poll, NA)

 

Spoiler for lolos publikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

lolos publikasi : Tentara Belanda berjaga-jaga sementara rakyat Indonesia memperbaiki rel kereta api yang rusak. Baturadja, Sumatera Selatan November 1947. (J Ziljstra, koleksi L. Zweers)

 

lolos publikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

lolos publikasi: Pendaratan marinir belanda dengan kendaraan amfibi, Pasir Putih, pesisir utara Jawa Timur, 21 Juli 1947. Foto ini mengingatkan tentang pendaratan sekutu di Normandia pada D-Day. Capcay originalnya : “Pasukan menyerbu ke darat untuk mendirikan pangkalan di Pantai. Tidak ada perlawanan “. (Foto H. WIlmar Spaarnestad, NA)

 

lolos publikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

lolos publikasi: Penduduk Solo menyambut pasukan belanda pada 21 Desember 1948. Sebuah band keroncong (yang memakai topi putih) memainkan musik. Foto ini juga hasil zoom-in. (T. Schilling, DLC, NA)

Kenapa ada yang terpublikasi, tapi ada yang tidak ?

Pendek Cerita, ketika Perang Dunia II berakhir, Belanda dalam kondisi berantakkan, tetapi tetap ada upaya untuk mempertahankan kolonialisasi terhada Indonesia. Antara tahun 1945 dan 1950, lebih dari 120 ribu pemuda belandadikirimkan ke Asia dengan tujuan, mencegah perlawanan yang dipimpin oleh Soekarno yang saat itu tengah menggalang kekuatan.. Di negeri belanda sendiri, berita tentang hal ini mencuat dan memberikan imej(tampilan) yang baik . Foto-foto yang terpublikasikan di majalah dan koran menunjukkan bagaimana belanda membawa keteraturan dan kedamaian ke tempat yang telah ditinggalkan oleh otoritas lokal. Kebanyakan foto menunjukkan belanda melakukan pekerjaan yang humanis, tau dengan perilaku tentara yang ramah layaknya polisi yang mengamankan suatu daerah dari kejahatan.

Tapi kenyataan berkata lain, “Keramahan” belanda ini adalah sebuah perang. tentara mereka patroli siang dan malam di lingkungan yang aneh bagi mereka. Penyergapan dan penembakan merupakan perintah, tapi musuh sering kali tidak terlihat. Semakin kesini, moral tentara semakin jatuh terlebih dengan menghadapi taktik gerilya. Perasaan belas kasihan atau iba terhadap Tentara Indonesia dan penduduk lokal pun menghilang

Berikut foto-foto yang tidak terpublikasikan waktu itu:

tidak terpublikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

Tidak terpublikasi: Para pejuang Indonesia tersungkur di parit, ada yang tertutupi daun palem. Disebelah kanan agak ke atas, terlihat tongkat bambu tajam. (Foto Spaarnestad, W.F.J Pielage, NA)

 

Tidak Terpublikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

29 Novermber 1947, Tiga orang pejuang muda Indoensia tertangkap, mereka terlihat sedang terluka dan pergelangan kaki merka diikat dengan tentara belanda mengamati (Fotografer: NN ,NIOD)

 

tidak terpublikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

dr. karamoy berdiri di samping tentara belanda yang terluka, Yogyakarta awal januari 1949. Pihak militer dengan sengaja menggores negatif dari foto tersebut agar hasil foto tidak layak untuk dipublikasikan. Bagian Informasi Militer belanda tidak ingin ada foto tentaranya yang terluka tersebar di media. (Krieken, DLC, NA)

 

tidak terpublikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

tidak terpublikasi: Tentara belanda secara santai mengarahkan senjatanya ke pasukan permerintah Indonesia yang sudah menyerah. Solo, Jawa Tengah 1948 (T.Schilling, DLC, NA)

 

tidak terpublikasi:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

Tentara bentukan Hindia-Belanda atau KNIL (Koninklijk Nederland-Indische Leger), berada di kumpulan prajurit Indonesia,yang diantaranya ada yang tertangkap, terluka, atau tewas. Malang, Jawa Timur, akhir Juli 1947 (TLC, arsip nasional Belanda, The Hague)

 

tidak terpublikasi :

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

tentara Indonesia yang ditarik keluar dari parit. (H. Wilmar, Marvo, NIMH)

Semoga kita bisa belajar dari sejarah, perbuatan Belanda harus bisa kita maafkan, tapi jangan juga dilupakan.

SUMBER

UPDATE

Spoiler for lolos publikasi -update:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

21 Novermber 1948, Rakyat Solo menyambut kedatangan tentara Belanda (Foto: T. Schilling, DLC, NA)

 

Spoiler for tidak terpublikasi -update:

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

(Foto:Javapost)

Spoiler for terpublikasi – 1:

 

 

Spoiler for terpublikasi – 2:

 

 

Spoiler for terpublikasi – 3:

 

 

Spoiler for tidak terpublikasi – WARNING!!!! DP:

 

 

Quote:UPDATE — Sebuah Surat dari seorang tentara Belanda untuk Keluarganya

 

Spoiler for Surat seorang tentara Belanda buat Keluarga:
Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

 

 

Spoiler for Translate ke bahasa Indonesia; yang tulisan miring itu penjelasannya:

Djombang, 22 Maret 1949

Ibu dan Ayah tersayang,

Dia sudah berumur sebulan sekarang, keponakanku Tommy, tapi sudah selayaknya aku memberi selamat kepada kalian atas kelahirannya.
Bagaimana bisa saya bicara begitu ?
Saya yakin Ibu menulis (ket:kirim surat) bahwa dia memiliki rambut pirang emas, sama seperti Henk. Pasti ada pestanya (ket : maksudnya berita yang sangat bagus), datang lagi seorang anak lelaki. Kalian berdua pasti khawatir kan jikalau nama kita akan punah. Jika semua anak Tilly berikutnya adalah anak lelaki, sama seperti anak-anaknya Co, kalian bisa bertanya ke Juliana apakah dia mau dengan barter. Dengan cara ini, diapun akhirnya bisa punya anak lelaki juga.

kalian pasti tahu, bahwa aku sedang berada di daerah tropis untuk waktu yang lama. Sebuah kegilaan kecil akibat tropis ini dapat menimpa kami. Saya mengerti, bagaimana seseorang bisa menjadi gila di sini, khususnya pada saat-saat sekarang ini. Sebentar lagi (besok pagi jam setengah 3 pagi) saya harus bergabung dengan patroli malam. Yang tugas patroli kemarin malam melewati ranjau, atau semacam bom. Untungnya bom itu terpicu lebih awal di depan truk. Dan malam ini, aku akan bergabung dengan mereka, mencari propelers (orang yang memasang bom atau ranjau) itu dan mematikannya.

Pagi tadi, kami membalas bom itu, Kita yakin bahwa bahwa orang-orang dari kampung pasti tahu siapa yang meletakkan bom. Jadi lagi-lagi, kami membakar beberapa rumah dan mengeksekusi beberapa orang (dengan tembak di kepala/headshot) . Tidak ada cara untuk membedakan mana yang penanam bom mana yang petani asli. Mereka terlihat sama. Dan bahkan, jika kalian mendapati mereka membawa granat atau menggenggam senapan di tangannya, mereka masih saja berkata : “Saya hanya seorang petani, Tuan”.
Biasanya saya sangat sentimen dengan hal-hal seperti ini, tapi sekarang ini berantakkan, tidak jelas, seorang seperti aku pun bisa membakar rumah dan lain-lain.

kami banyak berjalan hari-hari terakhir ini. 20 km pertama dalam 1 trip, selama 3 hari. Melewati sawah, kali, minum air dari sumur, makan kakies (semacam biskuit gandum, bertipikal kering) dan tidur di atas tanah yang keras tanpa kelambu (jaring anti nyamuk) . Janganlah bertanya berpa banyak dari kami yang masih sehat sepenuhnya. Dari 100 orang, sebanyak 30 sakit (malaria, disentri, eksim, dan lain-lain). Kami diberikan waktu 2 hari untuk istirahat dan kemudian (2 hari yang lalu) dalam 1 hari, kami melahap jarak 40 kilometer. dan masih juga belum mendapat Willemsorder (Penghargaan tertinggi untuk militer Belanda). Coba saja saya yang menemukan cacing pita itu (maksudnya medali Willemsorder tersebut).

Dan dengan perjalanan itu, kami seperti tidak pergi kemana-mana. Para penanam bom mendapatkan perintah untuk tidak melawan secara terbuka, karena mereka pasti akan makan debu (tersungkur atau mati tertembak). jika melakukan hal tersebut. Sebaliknya, mereka mundur secara taktis. bagaimanapun juga, kami mendapatkan kembali sebuah meriam yang besar kemarin. 10 orang yang mengoperasikannya (yang mengoperasikan meriam sebelum diambil kembali oleh Belanda) itu telah dilenyapkan. Kami juga mendapatkan kembali sebuah mortar, senapan, radio dan mesin ketik..

Dan jika kalian mengira bahwa hal ini akan menakuti para penanam bom itu, kalian salah besar, karena hari berikutnya mereka bisa saja membunuh kalian dengan meledakkan kembali sebuah truk yang bertengger di dekat rumah yang sedang kalian selidiki dengan berapi-api (si anak memberi bayangan dengan menempatkan orang tuanya ada di posisi dia)
Tapi selama kami masih hidup, kami tidak sedih

Jadi, Till dan Henk, kawan kalian ini (aku) pamit sekarang . Salam hormat, juga untuk keponakanku, dari Paman

JOOP

Surat ditranslate oleh orang Asli Belanda (kenalan baru) ke Bahasa Inggris, baru saya ubah ke Bahasa Indonesia . dia ampe bilang: ini surat pakai Old Dutch, berisi sedikit rasis dan agak kejam.


ada di antara kita yang ternyata pernah berbicara dengan Joop Hueting (orang yg pertama kali membeberkan kejahatan perang di publik). Percakapannya bisa dilihat di Dari Catatan Ady Setyawan: Joop Hueting dan Kisah Yang Tertinggal di Stasiun Kalisat

 

Salam Merdeka di Masa Bersiap:

Masa bersiap adalah istilah Belanda untuk sebuah periode dalam masa perang Kemerdekaan Republik Indonesia atau peralihan kekuasaan antara Tentara Kekaisaran Jepang di satu pihak ke Tentara Sekutu atau Republik Indonesia di sisi lain.

 

Original Posted By counterjihad
Tambahin dikit ahh…
Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda
Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

ada lagi yang nyumbang:

Original Posted By wansyach
1. Mungkin karena ini juga adanya warga kita yg blesteran (sorry no offense)

Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

2. Sulitnya jaman dahulu
Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

3. Bisa ga’ generasi sekarang menghargai jerih payah nenek²/kakek² kita memerdekakan bangsa ini, kalo gada mereka belum tentu kita semua ada.
Foto-foto Revolusi Nasional Indonesia yang diblacklist oleh Belanda

Sumber :

Diubah seperlunya
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s