FOD bagaimana kabarmu…???

12107927_10205048262958637_4046529321301309124_nAssalamualaikum…

Sudah lama tak bersua jadi kangen kalian semua…

Bagaimana kabar kalian semua, saya harapkan tetap sehat semua. Walau jarang bertemu dan sudah purna dari tugas Operator tapi saya tetap mengikuti perkembangan segala informasi yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi operator sekolah. Syukur Alhamdulillah semua sudah pada paham, lihai dan pastinya mempunyai integritas sebagai salah satu insan terpenting pendukung kemajuan pendidikan di Indonesia terutama Kota Malang tercinta ini.

Lanjutkan membaca “FOD bagaimana kabarmu…???”

Mau Mobil…?? Begini Caranya

Temen2 mau mobil? Yang sudah punya mobil mau nambah? Kalau mau teruskan baca, coz saya sendiri juga mau.. hehe :). Dulu ane punya 4 mobil, sekarang sudah ditendang semuanya. Namanya juga belajar hikmah kehidupan. Kalau teman2 belum siap jangan niru-niru.. 🙂

Ngebayanginnya enak ya? Punya mobil baru, tanpa nyicil, atau malah tanpa uang. Lebaran tahun depan bisa mudik bersama keluarga dengan Sienta baru warna merah misalnya. Atau jalan-jalan bersama rekan2 kerja, menginspirasi orang lain, ngasih tahu orang lain bahwa mobil yang kita punya didapatkan dengan cara yang MUDAAAH banget, simpeeeel banget.. Hmmm asyik

Sebelum ane kasih tahu caranya, cek gambar mobil dibawah ini,

 Sigra, keluaran terbaru dari Daihatsu.

Ada Saja yang Benci…

Oleh :
KH. Abdullah Gymnastiar

Jikalau kita berusaha terus memperbaiki diri, berusaha terus berbuat baik, bertuturkata baik, berakhlak baik, maka sebaik apapun kemudian yang bisa kita lakukan, akan ada saja yang tidak suka pada kita. Akan ada saja yang benci pada kita. Akan tetapi, dalam kondisi seperti ini sama sekali bukan alasan kita untuk berhenti berbuat baik.

IMG-20160712-WA0033[1]

Sekaliber Rosululloh Saw. saja yang kemuliaan akhlaknya sudah sangat dikenal semenjak beliau kanak-kanak, tetap saja ada yang membencinya. Terutama setelah beliau mendakwahkan tauhiid, mengajak orang-orang kepada jalan yang lurus, jalan menyembah Alloh Ta’ala.

Lanjutkan membaca “Ada Saja yang Benci…”

Hari pertama tahun ajaran ini (2016/2017)

IMG-20160712-WA0023[1]Disaat hari pertama masuk sekolah melihat anak berangkat diantar oleh orang tua nya sangat membuatku sesak nafas sampai terasa menetes air mata ini karena pada kesempatan ini anakku tak bisa merasakan nya momen seperti ini…
Maafkan papa ya nak! karena papa semua menjadi seperti ini…
Papa ingin melihat mu ceria kembali ke bersekolah…
Aku tak ingin melihatmu kecewa untuk kesekian kali nya karena pilihanmu tak bisa terpenuhi bersekolah ditempat yang kau inginkan dan kau idam-idam kan…

Lanjutkan membaca “Hari pertama tahun ajaran ini (2016/2017)”

Evaluasi Buat Suami…

Mari bayangkan situasi ini. Suami baru pulang kerja dalam kondisi lelah. Masih menggerutu akibat macet di jalan yang kian tambah parah. Belum lagi, terbayang ultimatum dari atasan akan adanya pengurangan karyawan di perusahaan. Ditambah dengan kejadian kena tilang gara-gara ‘menjomblo’ sendirian dalam mobil ketika melintasi area three in one. Plus perut yang udah kayak ban motor. Seharian isinya angin doang, hehe..

Masih belum dramatik ya? Ok. Kita tambah. Pas di lampu merah dicolek bencong yang dandanannya bikin hilang nafsu makan. Diperparah lagi dengan isi dompet yang jika memandangnya seperti melihat batu nisan kekasih yang tiada. Bercucuran air mata menatapnya. Kebayang kan suasana tragisnya?

Begitu tiba di rumah, ternyata istri menyambut dengan cemberut dan keluh kesah. Bukan dengan senyuman dan air kopi hangat. Ampasnya aja yang tersisa, rasa pahit hingga ke dada.. Tetiba istri memberikan sebuah surat dari sekolah yang kesekian kalinya tentang perilaku anak yang mencemaskan. Diembel-embeli kalimat pengantar.

IMG_8342[1]

“Kita harus evaluasi anak-anak kita. Kapan Mas bisa bicara?”

Duh horor. Benar-benar menyeramkan. Ini lebih menakutkan daripada film Annabelle. Dan lebih memusingkan dibandingkan senandung Cherrybelle. Bagi sebagian lelaki, ajakan mengevaluasi pengasuhan anak dari istri ibarat hadirnya debt collector ke rumah untuk menagih utang dengan mengutus orang berbadan besar yang lingkar lengannya aja udah kayak bola dunia yang terpajang di lemari sekolah.

Makin mencemaskan jika kondisi emosi suami lagi gak nyaman dan pikiran kusut karena masalah kerjaan. Maka menjadi ‘patung’ sesaat dalam situasi tersebut adalah upaya penyelamatan diri segera. Suami hanya bisa diam. Seraya mengademkan hati dengan nonton TV atau main Angry Birds di HP. Istri makin kesal. Dianggap suami cuek sama urusan anak. Cuma mau ‘ngebuat’ aja. Gak ikut memelihara. Persis kayak Dewa Brahmana dalam ajaran Hindu yang sekedar mencipta. Urusan memelihara, itu tanggung jawab Wishnu, katanya.
Lanjutkan membaca “Evaluasi Buat Suami…”