Kejadian yang Membuktikan Keberadaan Surga dan Neraka

kerajaan langit
Weekly World News memuat sebuah foto yang diambil oleh teleskop Hubble pada 26 Desember 1993, mirip sebuah kota di alam semesta.

Baru-baru ini media massa asing menayangkan sebuah berita tentang adanya lukisan dinding di sebuah gereja yang baru dibangun, yakni Katedral Kebangkitan (Resurrection Cathedral) bertempat di Kota Podgorica, Ibukota Montene­gro, bekas Yugoslavia.

Lukisan dinding yang meng­gambarkan pemandangan disiksanya pendiri paham komunis Karl Marx dan Engels serta mantan pemimpin komunis Yugoslavia Tito di neraka.

Dari sudut pandang sekuler, sejak munculnya paham komunisme, dalam kurun waktu sekitar 1,5 abad lebih yang tidak bisa dikatakan panjang, terutama pada satu abad terakhir dimana partai komunis berkuasa di sejum­lah negara, yang diberikan pada manusia, bukanlah kebahagia­an seperti yang dulu pernah dijanjikannya, melainkan jus­tru bencana dan musibah tak terhingga.

Menurut perkiraan penulis buku The Black Book of Com­munism, yakni Steven Keer­duowa, jumlah orang yang tewas di seluruh dunia akibat paham komunis berkisar an­tara 85 juta hingga 100 juta jiwa. Jumlah ini bahkan 50% lebih banyak daripada jumlah korban tewas pada dua kali perang dunia.

Mungkin akan ada yang mengatakan, sebelum muncul­nya paham komunisme, manusia juga mengalami banyak bencana, namun bencana dan musibah yang didatang­kan oleh paham komunisme terhadap umat manusia bisa dikatakan jauh lebih besar dan tragis serta lebih berda­rah dibandingkan dengan bencana maupun musibah manapun dalam sejarah ma­nusia.

Yang lebih mengerikan adalah komunisme menye­barkan paham ateis dan mem­bohongi masyarakat dengan mengatakan mengedepankan kepentingan orang banyak dan menyelamatkan umat ma­nusia, agar masyarakat mau mengorbankan hidup mereka bagi komunis. Penipuan seperti ini bahkan belum pernah terjadi sebelumnya.

pengeboran di Pachenga Rusia

Lokasi pengeboran di Pachenga, Rusia.

Pencipta paham komu­nisme Karl Marx, Engels serta para pengikut mereka yang telah membohongi dan mencelakakan begitu banyak masyarakat dunia, bukankah harus memikul dosa besar? Bu­kankah sudah seharusnya dihu­kum berat? Bukankah mereka justru seharusnya masuk nera­ka, sesuai pandangan berbagai agama seperti Buddha, Katolik, Islam dan lainnya?

Maka sebenarnya apakah surga dan neraka itu ada? Apakah Tuhan itu ada? Ber­bagai buku dan kitab klasik maupun modern dalam mau­pun luar negeri serta berbagai kasus kejadian membuktikan adanya surga dan neraka, ser­ta adanya Tuhan. Sementara ilmu pengetahuan yang di­yakini oleh paham ateis juga telah lama menemukan eksis­tensi surga dan neraka.

Pada tanggal 8 Februari 1994, tabloid mingguan Amerika, Weekly World News memuat sebuah foto yang diambil lewat teles­kop luar angkasa Hubble pada 26 Desember 1993. Foto tersebut dengan jelas menunjukkan di tengah langit malam yang maha luas terlihat suatu kota besar yang sangat cemerlang, itulah “kerajaan langit” yang terus dicari oleh manusia. Foto tersebut hanyalah salah satu dari ratusan lembar foto yang dikirim ke stasiun relay di bumi.

Peneliti wanita Profesor Marcia Masson, mengutip komentar pakar NASA, yang menyatakan bahwa kota itu mutlak adalah kerajaan langit, “Karena sepanjang pengetahuan kami, tubuh manusia biasa tidak mungkin dapat hidup di ruang angkasa yang begitu dingin dan tidak ada udara.”

Profesor Masson yang me­mercayai Tuhan mengatakan, “Kami telah menemukan tem­pat tinggal Tuhan.”

Dia juga berpendapat, ter­potretnya dunia Tuhan bukan­lah suatu kebetulan, “Berkat keberuntungan yang besar, teleskop Hubble milik NASA membidik lokasi tertentu, pada waktu tertentu, dan memotret foto-foto ini. Be­gitu luasnya ruang angkasa, setiap tempat bisa menjadi sa­saran pemotretan NASA, tapi mengapa yang terpilih adalah di lokasi tersebut? Pasti ada semacam makhluk yang mengendalikan peristiwa itu.”

Selain itu, beberapa tahun lalu di internet beredar sebuah artikel yang mengungkap se­jumlah ilmuwan Uni Soviet yang menemukan proses pin­tu masuk ke neraka. Menurut informasi, sejak era 70-an abad lalu, Uni Soviet telah menjalankan mega proyek pengeboran ilmiah daratan, lokasi pengeboran yang dipilih adalah Pachenga yang tidak berpenduduk.

Disitu pekerja proyek mengebor lubang terdalam sepanjang sejarah, dengan kedalaman mencapai 7 mil (sekitar 12,2 km), dan men­jadi sebuah laboratorium bawah tanah yang pertama di dunia. Para ilmuwan mengatakan, setelah pengeboran mencapai kedalaman lebih dari 3.000 meter, sejumlah fenomena aneh pun terjadi, pekerja mendengar suara jeritan dan lolongan manusia dari dalam lubang itu.

Menurut berita yang dimuat sebuah surat kabar Finlandia, ahli geologi Uni Soviet Profesor Dimier Asagof berkata, “Setelah mereka mengebor sedalam 9 mil, dari dalam lubang terbang seekor makhluk aneh bersayap dengan muka hijau dan bertaring.”

Tak lama kemudian mereka menurunkan sebuah tape recorder ke dalam lubang, dan berhasil merekam suara jeritan dan rintihan yang me­milukan, seolah ada banyak orang di dalam sana yang sedang mengalami kesakitan yang amat sangat, dan semua ini tidak bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan.

Profesor Asa-gof mengatakan, “Dulu saya tidak percaya surga ataupun nera­ka, tapi sebagai seorang ilmu­wan, sekarang mau tidak mau saya harus percaya adanya neraka. Tidak perlu disebut­kan, kami semua sangat ter­kejut melihat fenomena itu. Tapi kami semua tahu persis apa yang kami lihat dan kami dengar, itu sama sekali bukan ilusi dan kami pun menjadi yakin, bahwa kami telah ber­hasil membuka pintu neraka.”

Menurut penuturan, para il­muwan telah merekam suara jeritan dan rintihan tersebut sebagai bukti bahwa mereka tidak mengada-ada.

Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan adanya surga dan neraka, tidak dira­gukan lagi bahwa disiksanya Karl Marx dan Engels serta para pemimpin komunis di berbagai negara yang telah mencelakakan rakyatnya, adalah hal yang dapat dili­hat, termasuk para dedengkot PKC (Partai Komunis China) yang telah meninggal seperti Mao Zedong dan Zhou Enlai.

Seperti diketahui, sejak didirikannya PKC, mereka telah mencelakakan Tiong­kok, merusak kebudayaan tradisional, membersihkan berbagai agama kepercayaan di masa Revolusi Kebudayaan (1966-1976) dan mem­bantai lebih dari 80 juta jiwa rakyat Tiongkok.

 

oleh Epochtimes 
http://erabaru.net/headline/6957-kejadian-yang-membuktikan-keberadaan-surga-dan-neraka
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s