Tembang Lir-Ilir & Kedatangan Ratu Adil Al Mahdi AS

Bismillahirrohmanirrohim walhamdulillah 3x

“…Lir…ilir…Lir…ilir…tandure wus sumilir…tak ijo royo…royo tak senggo temanten anyar…cah angon…cah angon…penekno blimbing kuwi (agama Islam, 5 rukun, segi Islam…) Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro.Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir dondomono jlumatono kanggo sebo …mengko sore…mumpung padhang rembulane …(datang di abad XIV dari zaman Nabi Muhammad SAW = abad 19 H)…mumpung jembar kalangane…yo surako…o…o…o…surak….hiyo…”

Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Pohon sudah mulai bersemi,
Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,?
walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) disisihkan
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung terang rembulannya
Mumpung banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak(bergembira), ayo…(Kita semua bersyukur, banyak-banyaklah memanjatkan doa, apabila mendapatkan laylatul Qadr, Imam Zaman Kita ini).

Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna nubuatan kasyaf Wali Sanga, yang sangat mendalam tentang Islam di akhir zaman. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah.

Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya

Makna mendalam TEMBANG ini Wali Sanga mengabarkan khususnya kepada rakyat Jawa (Bangsa Indonesia, saat ini) akan kedatangan IMAM AL MAHDI / MASIH MUHAMMADI (Ratu Adil SultanHeruCakra)…pada akhir Abad ke 19 Masehi (diisyaratkan dgn ‘saat bulan purnama’, abad ke 14 Hijriah). Hal ini berhubungan dengan kebangkitan Islam untuk kedua kali…Bagaimana mungkin Islam akan hancur jika di awal ada Aku (Rasul suci Muhammad saw) dan di akhir ada Isa Al Masih (= Imam Mahdi Muhammadi=Ratu Adil=Budha=Krishna yang kedua)…”Tiada Mahdi kecuali Isa”, artinya Isa & Mahdi orangnya ya Satu orang yang sama… Siapakah Al Mahdi/Masih yang dijanjikan itu??? …Sudahkah datang??…Jika sudah wajibkah bai’at??, Adakah “Al Jamaah Islam yang satu” yang dipimpin oleh Khalifatul Mu’minin sesuai dengan nubuatan QS. An Nur, 24: 56??? Bagaimana beberapa ciri-ciri kriteria Pemimpin Keruhanian “Al Jamaah yang satu” &Pemersatu Islam ini menurut Al-Qur’an??

Firman Allah : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah (agama tauhid sejati, Pemimpin ‘Islam Sejati’ & Jamaah Islam Sejati, sebagai langkah awal, pokok perjuangan), dan janganlah kamu bercerai berai (dalam golongan2), dan ingatlah akan nikmat Allah atasmu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, lalu Dia menyatukan hatimu dengan kecintaan antara satu sama lain sehingga dengan nikmat-Nya kamu menjadi bersaudara ; dan kamu dahulu berada di tepi jurang api, kemudian Dia menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menjelaskan Ayat-ayat-Nya kepadamu, supaya kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali Imran 3: 104)

” Kalian diperintahkan dengan lima perkara : Allah memerintahku dalam lima perkara yaitu berjamaah (1), mendengar (2), taat (3), hijrah (4) dan jihad (5), pada jalan Allah. Maka barangsiapa yang keluar dari jamaah satu jengkal saja, berarti dia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya. Mereka (para sahabat) bertanya : Hai Rasulullah, meskipun dia itu shalat, dan shaum ? Rasul menjawab : Ya, meskipun dia itu shaum, shalat, dan mengaku sebagai muslim !” (HR. Abu Dawud 3/322).

Jadi Kewajiban semua orang Islam yang paling pertama & hukumnya wajib & berat ujiannya adalah “BERJAMAAH PADA JALAN ALLAH” (BUKAN JALAN ‘tuhan MUI’ yg tidak lurus & amanah sebagai ULAMA ,…atau ISLAM yang mengajarkan kekerasan), yaitu MENCARI AL JAMA’AH YANG ADA IMAM ZAMAN-NYA !!! yang bagaimana???…yaitu mencari JAMAAH MILIK, (YG DIDIRIKAN OLEH) ALLAH TA’ALA. Buktinya apa sebagai Jamaah-Nya Allah SWT, adakah stempel-Nya????

Sedangkan Perintah Allah yang sisanya…yaitu : mendengar kepada Imamah Haqqah, Taat pada Pimpinan Khalifah, mengikuti perintah Hijrah & Jihad (Perang sebagai jihad kecil, atau yang lainnya seperti dakwah sebagai jihad yang lebih besar)…itu perintah semuanya dalam kerangka “Jamaah Al Haq” yang telah didirikan Allah SWT &…harus diperintahkan oleh Imam yang haqqah…yang satu dan benar…bukan Imam yang lainnya buatan manusia, yang berorientasi duniawi & politik !!!

Kenapa Wajib hukumnya??? karena musuh Islam di akhir zaman itu Dajjal,…Radikal Yahudi, Freemasonry…yang sangatlah kuat & menguasai semua khasanah dunia ini…& sangatlah jahat dalam tujuan organisasinya, mempunyai kekuatan merusakkan yang sebelumnya tidak dimiliki oleh kaum manapun sebelumnya, … , karena pinternya mereka menggunakan ORANG-ORANG ISLAM sendiri untuk melawan “ISLAM SEJATI” (Ahmadiyya Muslim Internastional) yang didirikan oleh Hz. Imam Mahdi Muhammadi as, yang masih keturunannya Rasul suci Muhammad saw & juga dari Salman Al Parsi (Iran, yang sekarang dengan Syiah-nya),…dimana keturunan Beliau saw dari sejak awal mula memang ada niatan jahat dari setan-setan untuk memburu & berusaha melenyapkannya !!!! Bersatunya orang-orang Islam adalah syarat untuk kemenangan Islam secara rohani, & sebaliknya bercerainya akan mengakibatkan kemunduran & keruntuhan (cita-cita) Islam itu sendiri !!!

maka,…” Barangsiapa meninggal di lehernya tidak ada bai’at maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah (bodoh rohaninya, seperti orang yang tidak mengerti / tuna ilmu & ketaatan kepada Allah & Rasulullah saw & TIDAK PEDULI akan kebutuhan-kebutuhan sangat mendesak & urgent, yg sangat penting dalam perjuangan Islam secara damai untuk mencapai Rahmatal lil ‘alamin) (HR. Muslim 3/1478).

Sungguh benar-lah Sabda Hz. Umar :

“Tidak ada Islam (yang satu) kecuali harus ada Jamaah-nya, tidak ada Jamaah kecuali harus ada Imam-nya, tidak ada Imam kecuali harus ada baiat, tidak ada baiat kecuali harus ada itaat.” (2) Sabda Khalifah Umar bin Khatab r.a.

Jadi ITAAT kepada Nabi suci saw = itaat kepada perintah Allah SWT, jika tidak melaksanakan perintahnya = sebaliknya, berarti telah melanggar Perintah !!!!

Inilah “kunci2 Utama” untuk dapat memahami tafsir surah yg mencantumkan kata “Isa Bin Maryam” seperti dalam QS Ash Shaff (Surah 61) untuk keperluan Islam modern, Kemenangan Islam secara damai di akhir zaman, sekarang ini: …”Walammaa dhuribabnu Maryama matsalan idzaa qaumuka minhu yashidduuna”…arti : “Dan tatkala Ibnu Maryam (Nabi Isa Israeli) sebagai misal dikemukakan, lihatlah !!! Kaum Engkau (Umat Islam Rasul Muhammad, pen) meneriakkan protes terhadapnya (Az Zukhruf, 43:58). Jadi Isa yang dijanjikan oleh Rasulullah saw itu dalam hadist Muslim hanya Tamsilan saja, …YANG AKAN DATANG ITU BUKAN ISA BANI ISRAEL YANG DIANGGAP MASIH HIDUP DI LANGIT SELAMA 2100 TAHUN LEBIH…TANPA BUKTI ILMIAH APAPUN. TETAPI ALLAH TA’ALA MENGUTUS (NUZUL) SALAH SEORANG DARI ANTARA UMAT MUHAMMAD…SBG IMAM MAHDI MUHAMMADI untuk kemenangan damai Islam Rahmatallilalamin & manfaat seluas-luasnya bagi umat manusia apapun agamanya. APAKAH Tn2, SAUDARA ISLAM-KU AKAN MENYANGKAL, MENOLAK APA YANG DIKATAKAN QUR’AN, BAHWA ISA SEBAGAI TAMSIL??

Hz. Mirza Ghulam Ahmad as, pendiri Islam Ahmadiyah Internasional itulah Imam Mahdi Muhammadi, yang telah dijanjikan Rasulullah saw 1500 thn yang lalu, ….diyakini Saudara Islam Ahmadiyah telah datang, sedang menurut Orang Islam kebanyakan…masih menunggu,…ada yang ditunggu, yaitu Yesus Bani Israel (yang telah berumur 2100 thn) ato yang lain, jadi tidak ada perbedaan yang signifikan. Padahal menurut Buku Prof. DR. Hamka Tafsir Al Azhar Juz III hal. 181 – 185 yang menyatakan bahwa Isa/Yesus sudah wafat & bahwa yang percaya Isa hidup di langit adalah Kaum Nasrani.

…”Laa Mahdiyya illa ‘Iisa”…”Tidak ada Mahdi kecuali Isa”…(Kitab Hadits Ibnu Majah bab Ayiddatuz-Zaman) Jadi Mahdi Agama (Islam) & Isa BUKAN DUA ORANG INDIVIDU YG BERBEDA tetapi SATU ORANG dengan dua nama gelar, julukan yang bermacam-macam.

Imam Mahdi itu julukan lain seorang Nabi, yg merupakan julukan yang diberikan Allah SWT kepada para Nabi,…Nabi-Nabi seperti Ibrahim, Luth, Ishaq, Ya’kub,… dll di QS Al Anbiya 21 : ayat…52-74…yg artinya Pemimpin Keruhanian (berpangkat nabi) yang akan membimbing, memimpin umat yg dipasrahkan utk dipimpin…pada jalan yg benar…berdasarkan…arahan langsung dari Allah SWT !!!…bukan berdasarkan pertimbangan ’situasi ‘ politik di suatu negara !!! apalagi…hawa nafsu…

Wa ja’alnaahum aimmatayyahduuna biamrinaa wa au hayna ilaihim fi’lal khayrati. Dan mereka para Nabi Kami jadikan para pemimpin (Imam) yang memberi petunjuk (memimpin) umat dengan perintah Kami (Allah SWT) ; dan Kami wahyukan kepada mereka supaya berbuat baik…(Al-Anbiya, 21 :74).

Salah satu KATA KUNCI utk memahami Jamaah Islam Ahmadiyah bahwa dalam buku Ensiklopedi Islam yang disusun oleh Prof. Dr. Harun Nasution, Rektor Pasca Sarjana IAIN Syarief Hidayatullah Jakarta telah menjelaskan secara gamblang bahwa Ahmadiyah mempunyai syahadat, ibadah haji, sholat, rukun iman, rukun Islam, Qur’an & sunnah yang sama dengan Islam lainnya ; juga ……DI TV ONE, ADA DIALOG DIMANA Akhir-nya kata Imam Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustofa Ya’qub, sebenarnya perbedaan Ahmadiyah & Islam mainstream hanya TINGGAL satu point saja, soal masalah Khatamannabiyyin, Al Ahzab: 40 MUHAMMAD sebagai “PENUTUP NABI”!!! ; Alhamdulillah, jadi yang lain2-nya sudah jelas bahwa Islam Ahmadiyah, syahadat-nya, sholat, puasa, haji dll sama dengan Islam lainnya, jadi selama ini TELAH TERJADI FITNAH YG KEJI & NYATA oleh Ulamauhum (tv ONE). Sehingga apabila konsep Islam Ahmadiyah tentang kenabian ini mampu teruji di ruang publik, tahan daya argumentasinya berdasarkan Al-Qur’anul Hakiim, sunnah & Hadist2 nabi saw –tak terbantahkan, maka ini artinya Ahmadiyah itu ISLAM SEJATI !!!…Silahkan pelajari masalah kenabian, macam-macam-nyadi:

http://www.4shared.com/get/3iMEyJsU/NOTE_SKEMA_KHATAMANNABIYYIN_A4.html

kmdn, juga silahkan download di link: http://www.4shared.com/get/Ox8qyK4-/dalil_khatamannabiyyin_muslim_.html

Juga, bukti & fakta bhw YM. Hz. Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Al Jamaah Islam Ahmadiyah ini adalah seorang intelektual Islam yg telah diakui oleh sebagian intelektual Islam sbg Mujaddid…INI ADA BUKTINYA, …Di dalam Almanak Muhammadiyah 1346 (1926 M) keluaran TAMAN PUSTAKA YOGYAKARTA HAL 43: Mengakui MIRZA GHULAM AHMAD sbg MUJADDID ABAD KE 14 H !!!Sungguh ini suatu pengakuan yg luar biasa, mengingat Beliau Al Mahdi senantiasa dicap Sesat Menyesatkan, Dajjal, kafir dsbnya OLEH ULAMAUHUM YG BUKAN PEWARIS NABI saw !… & yg telah mengarang buku2 Islam kurang lebih 85 buah dalam bhs Arab, urdu, Parsi, Inggris !!! sedang kita satupun tidak ….

Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawali dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagaisadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? hati & Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan …itu adalah…SMANGAT KEIMANAN, AMAL, IHSAN, ILMU AJARAN “ISLAM SEJATI” DIHIDUPKAN…JIWA PENGURBANAN DIHIDUPKAN…(KESADARAN TUK HIDUP …SESUDAH 1000 TAHUN ISLAM MENGALAMI KEMUNDURAN, BAGAI ANAK AYAM YANG KEHILANGAN INDUKNYA,…DAN MEREBUT KEMENANGAN HAKIKI, YANG DIPIMPIN OLEH SANG IMAM MAHDI as / MASIH YANG DIJANJIKAN RASULULLAH saw, YANG DIPREDIKSIKAN OLEH ORANG-ORANG SUCI, WALI SANGA, AKAN DATANG PADA ABAD 14 HIJRIAH).

.…CARANYA adalah dengan ajakan untuk ‘KEMBALI (MENGINGAT) ALLAH SWT dan mengikuti ajaran, contoh moral, akhlak Rasulullah saw. ..Dan Sahabat Nabi…, dengan BERLANDASKAN AlQur’an, Sunnah & Hadits…banyak berdzikir…dengan doa, fokus kepada da’wah dengan mengajarkan hikmah kebenaran Al-Qur’an, menyebarluaskan Al-Qur’an dalam 100 bahasa, maka KEROHANIAN dapat muncul…sehingga dapat menghidupkan ‘YANG MATI’..bahkan akibatnya…”SESUATU KEMENANGAN YANG TIDAK MUNGKIN TERJADI…AKAN TERJADI & MENDAPATKAN KESEMPURNAAN”…

_____________________

tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar.

Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir,doa… maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon (Islam YM. Muhammad saw) yang hijau dan indah di ‘akhir zaman’. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. ‘Pengantin baru’ ada yang mengartikan sebagai ‘Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam’. Atau ibarat KEBANGKITAN ISLAM yang kedua di Akhir zaman,…Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk mau belajar, memahami & akhirnya masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.

______________________

Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi.

Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang PEMIMPIN KERUHANIAN, IMAM ZAMAN, KHALIFATUL MU’MININ yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar, berdasarkan arahan, petunjuk Allah SWT. Lalu, kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno”? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja Tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat umumnya pada saat itu (Indonesia, sekarang ini) untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam. Dan pada masa sekarang…adalah adanya ‘seruan kebenaran’ dari RAJA ADIL IMAM MAHDI MUHAMMADI, PENDIRI ISLAM AHMADIYAH…Hendaklah Bangsa Indonesia segeralah menerima Beliau sebagai Pemimpin Keruhanian, sehingga INDONESIA AKAN JAYA, ADIL MAKMUR, GEMAH RIPAH LOH JINAWI,…& PADA AKHIRNYA dalam masa 300 tahunan lagi (348 tahun) ISLAM sebagai “AGAMA SEJATI” akan ‘JAYA’…MELALUI MANAGEMENT ISLAM AHMADIYAH!!!

__________________

Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan, dengan bai’at untuk keutuhan iman Islam Kita kepada Imam Mahdi Muhammadi yang telah dijanjikan nabi saw akan datang di akhir zaman.

Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.

Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu, dengan PEMAHAMAN IMAN & ISLAM secara utuh,… agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak. Islam yang utuh yaitu Kita tidak hanya melakukan shalat, puasa,…tapi wa bil akhirotihum yuqinun (QS. Al Baqarah, 2 : 51)…dan khususnya kepada Imam Mahdi Muhammadi yang dinubuatkan akan datang di masa Kita sekarang,…dan sekarang telah datang RATU ADIL SULTAN HERU CAKRA/ Al Mahdi/Masih Yang dijanjikan YM. Nabi saw, maka Kita semua wajib bai’at bersyahadat, menyatakan sami’na wa atho’na terhadap perintah Imam Zaman Kita, yang merupakan penerus perjuangan Rasulullah saw (setelah mempelajari & mengenal kebenaran Beliau sebagai Imam Mahdi di Zaman Kita hidup sekarang ini) dan tentunya terutama kepada YM. Rasulullah sawuntuk menyempurnakan Islam, sebagai agama yang hakiki Kita & mencapai tujuan Islam Rahmatallilalamin yang dibawa Rasulullah saw…dapat tercapai ; selain juga iman kepada Nabi-Nabi yang datang sebelum Nabi saw,…karena hanyalah merupakan keistimewaan Islam saja, bahwa Kita membenarkan bahwa tiap-tiap bangsa tidaklah ada yang belum pernah diberikan seorang juru ingat, nabi yang telah diperintahkan Allah SWT untuk perbaikan kaum, bangsa mereka!!!.

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan, mencari hal “PEMIMPIN KERUHANIA/ IMAM ZAMAN MEREKA” tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita. Imam Mahdi dinubuatkan akan datang pada 14 abad dari zaman Rasulullah saw. (kurang lebih pada akhir abad 19).

Wa idz qaala ‘iisabnu maryama yaa banii israaila inni rasuulullahi ilaikum mushoddiqallimaa baina yadayya minattauraati wa mubasyiram birosuulin ya’tii mim ba’dismuhu ahmad Falamma ja aahum bil bayyinaati qaluu haadza sihrum mubiin (Ash Shaff 61:6)

Dan ingatlah ketika Isa Putra Maryam (Yesus) berkata: “Hai bani Israil,… sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu (Nabi), membenarkan kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat, … dan memberi khabar gembira dengan (datangnya)seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad(disini jelas bukan ismuhu Muhammad!!! Untuk sekarang, jika Ahmad = Muhammad, maukah Tuan-Tuan dalam bersyahadat mengganti Muhammad dengan kata Ahmad?? Tidakkah ini bid’ah?? ; Nabi Muhammad mempunyai nama sifat salah satunya Ahmad= yang memuji)” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dgn membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata” (karena semua “kerumitan” masalah khilafiah teratasi dengan penjelasan, argumentasi yang meyakinkan & masuk akal…)..

Dari “ismuhu Ahmad” (yang namanya Ahmad) diatas kata “ismi” sudah jelas kepada kita bahwa itu menunjukkan nama jenis, bukan nama sifat, yang biasanya menggunakan “asmaa’i”!!! Nama-nama sifat Nabi Muhammad itu menunjukkan sifat-sifat yang dimiliki oleh Rasulullah saw. Muhammad berarti “yang terpuji” , Ahmad berarti “yang memuji” , Al-Mahi berarti “yang mencukupi”, “yang menyempurnakan”, Al-Hasyir berarti “pengumpul umat”, Al-Aqib berarti “yang mengganti dengan yang lebih baik”.

1. Merupakan metode penomoran yang dipergunakan oleh Jamaah Islam Sejati Ahmadiyah, yang didirikan Imam Mahdi atas perintah Allah SWT pada tahun 1889 M (bukan Al-Qur’an-nya ‘tuhan MUI’), metode penomeran ayat-ayat Al-quran Suci dalam artikel ini berdasarkan Hadis Nabi Besar Muhammad Rasulullah Saw, riwayat sahabat Ibnu Abbas ra. Yang menunjukkan bahwa setiap Basmalah pada setiap awal Surah adalah ayat pertama Surah tersebut. Dalam salah satu riwayat Rasulullah Saw diriwayatkan pernah bersabda: Kaanan nabiyyu shollallahu ‘alayhi wasallam laa ya’rifu fashlu ssuurati hattun yanzilu ‘alayhi bismillahirrohmanirrohim

“Nabi (Muhammad) Saw tidak mengetahui pemisahan antara suatu surah sehingga turun kepada Beliau, Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.” (HR. Abu Daud, “Kitaabul shalat”, dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak), kecuali pada permulaan Surah At-Taubah.

Wa man adzlamu mimmaniftara ‘alaallahilkadziba wahuwa yud’aa ilal islaam wallahu laa yahdilqaumadzdzaalimiin (61:8) Dan siapakah yg lebih zalim daripada orang yg mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang ‘dia’ (utk saat ini: jelas sekali bahwa Ahmad yang seorang Rasul tersebut = Jamaah Muslim Internasional Ahmadiyah yang didirikan Imam Mahdi Muhammadi) diajak kepada Islam (supaya masuk agama Islam)…? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim…

Kalimat “Wahuwa yud ‘aa ilal islam” di dalam banyak tafsir-tafsir Al-Qur’an non Ahmadiyah, di dalam kutipan terjemahan itu semuanya senada, bahwa Rasul Ahmad itu akan diajak supaya masuk agama Islam, misal:

1. Di dalam Al-Qur’an dan Terjemahannya Dept. Agama RI, artinya: “ sedang dia diajak (menganut) agama Islam”.

2. Di dalam Tafsir Qur’an H. Zainuddin Hamidy-Fachrudin HS artinya: “sedang dia dipanggil masuk Islam”.

3. Di dalam Al-Furqon, tafsir karya A. Hassan Guru Persatuan Islam, artinya: “padahal dia diajak kepada (agama) Islam”.

Sehingga dari ayat tersebut, melalui ketiga kutipan terjemahannya oleh tiga pihak penafsir yang berlainan orangnya, kita bisa menarik pengertian:

1. Bahwa waktu kedatangan ‘Rasul Ahmad’ itu agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw sudah ada di dunia ini.

2. Bahwa ‘Rasul Ahmad’ dianggap ‘bukan Islam’ oleh ulamauhum, ‘tuhan MUI’, umat ‘tuhan MUI’.

3. Sehingga ulamauhum (ulamanya mereka, bukan ulamanya Rasulullah saw), ‘tuhan MUI’, umat ‘tuhan MUI’ hanya NGERASA SAJA, MEREKA-LAH MU’MIN, padahal justru fatwa mereka SESAT & MENYESATKAN & mereka telah melanggar prinsip dasar Al-Qur’anul Hakiim & ajaran Islam saw!!!

4. Sehingga pastilah kedatangan ‘Rasul Ahmad’ itu sesudah lama dari masa hidup YM. Nabi Muhammad saw, tidaklah mungkin pada masa-masa dekat Rasulullah saw & para sahabat-sahabat suci Beliau saw!!! (menurut hadist).

5. Jadi kesimpulan akhirnya ‘Rasul Ahmad’ JELAS BUKAN Nabi saw.

…yuriiduuna liyuthfiuu nuurallahi biafwaahihim wallahu mutimmu nuurihi wa lau karihal kaafiruun (61:9) Mereka (ULAMAUHUM, ‘tuhan MUI’, umat ‘tuhan MUI’, orang-orang dzalim) berkehendak memadamkan ‘nur kebenaran’ (Agama Tauhid, ‘Islam Sejati’) Allah dengan mulutmulut mereka (dengan mengeluarkan fatwa-fatwa sesat & menyesatkan umat—yang justru mereka telah melanggar ayat-ayat Al-Qur’an bahwa haram hukumnya memprakarsai dari sejak awal orang, golongan/agama (Islam) lain sesat ; dengan fitnah-fitnah keji yang disebarluaskan, pembunuhan karakter & ; kemudian hal ini menjadi dasar orang yang lemah ilmu Islamnya untuk melakukan tindakan kriminal, melanggar HAM, kekerasan & pembunuhan), tetapi Allah tetap menyempurnakan nur-Nya meskipun orang-orang kafir benci.

Huwalladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinilhaqqi liyudhhirahu ‘alaaddiini kullihi wa lau karihal musyrikuuna (61:10). Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk & agama (Tauhid) yang benar & Dia memenangkannya (secara damai, tanpa kekerasan) atas semua agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.

Dalam Ash – Shaf, telah disinggung cerita nubuatan Nabi Isa a.s. tentang kedatangan Nabi Ahmad a.s. (Zaman dulu yaitu Rasulullah Muhammad saw) dimana umat Yahudi menolak terhadap Beliau saw., meskipun adanya kenyataan bahwa kitab suci mereka banyak sekali mengandung nubuatan-nubuatan mengenai Beliau saw.Jadi, dengan sendirinya, surah ini memperingatkan kaum muslimin terhadap perilaku seperti perilaku kaum Yahudi, bila wakil agung Rasulullah saw (Al Mahdi Muhammadi = Isa Muhammadi Yang dijanjikan Nabi saw muncul di antara mereka (diisyarahkan dengan kata ”akan membangkitkannya pada kaum lain dari antara mereka (KAUM AKHORIN), yang belum bertemu dengan mereka …” , » pd Surah Al Jumu’ah 62 : 4).

Ajaran rasulullah saw ditujukan bukan kepada Bangsa Arab belaka, yang di tengah-tengah bangsa itu Beliau saw dibangkitkan, melainkan kepada seluruh bangsa bukan-Arab juga, dan bukan hanya kepada orang-orang sezaman beliau, melainkan juga kepada keturunan demi keturunan manusia yang akan datang hingga kiamat. Atau ayat ini dapat juga berarti bahwa Rasulullah saw akan dibangkitkan di antara kaum yang belum pernah tergabung dalam para pengikut semasa hidup Beliau saw. Isyarat di dalam ayat ini dan di dalam hadist Nabi saw yang termasyhur, tertuju kepada pengutusan Rasulullah saw untuk kedua kali dalam wujud Hz. Imam Mahdi Muhammad (Al Mahdi), di akhir zaman. Abu Hurairah ra berkata, ‘Pada suatu hari kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah saw., ketika Surah Jumu’ah diturunkan. Saya minta keterangan kepada Rasulullah saw., ’’Siapakah yang diisyaratkan oleh kata-kata, Dan, Dia akan membangkitkannya pada kaum lain dari antara mereka,yang belum bertemu dengan mereka?’’- Salman al-farsi (Salman asal Parsi) sedang duduk di antara kami. Setelah saya berulang-ulang mengajukan pertanyaan itu, Rasulullah saw meletakkan tangan beliau pada Salman dan bersabda,”Bila iman telah terbang ke Bintang Tsuraya, seorang lelaki dari mereka ini pasti akan menemukannya.” (Bukhari). Hadits Nabi saw. Ini menunjukkan bahwa ayat ini dikenakan kepada seorang lelaki dari keturunan Parsi. Faktanya, Hadhrat Imam Mahdi Muhammad, pendiri Jamaah Muslim Internasional Ahmadiyah yang sekarang ini telah dipimpin oleh seorang Khalifah (sesuai dengan sunnah Islam & sesuai nubuatan QS. An Nur, 24: 56), yaitu Hz. Mirza Ghulam Ahmad as adalah dari keturunan Parsi & ahli bait dari Hz. Fatimah & Hz. Ali rh ; dan satu-satunya orang Islam setelah abad 14 Hijriah yang TELAH MENDAKWAKAN DIRI SEBAGAI AL MAHDI YANG DIJANJIKAN, yang MENGAKU DATANG DARI ALLAH SWT sebagai rahmat bagi dunia Islam khususnya, yang dibangkitkan Allah SWT tepat pada awal abad 14 setelah 1000 tahun masa kegelapan Islam.

Hadist Nabi saw. lainnya menyebutkan kedatangan Al Mahdi / Almasih Muhammadi pada saat ketika tidak ada yang tertinggal di dalam Alqur’an kecuali kata-katanya, dan tidak ada yang tertinggal di dalam Islam selain namanya, yaitu, jiwa ajaran Islam yang sejati akan lenyap (Baihaqi). Jadi, AlQur’an dan hadist kedua-duanya sepakat bahwa ayat ini menunjuk kepada kedatangan kedua kali Rasulullah saw. Dalam wujud Hz. Masih Muhammadi / Imam Mahdi Muhammad yang dijanjikan. » — k2305w

Wal Fajri walayaalin asyrin wasyaf’i wal watri wal laili idza yasr Hal fii dzaalika qasamullidzihjirin (Al Fajr 89 : 1-5) 1. Demi fajar, 2. Dan malam yang sepuluh, 3. Dan yang genap dan yang ganjil, 4. Dan malam bila berlalu. 5. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

Malam yang sepuluh itu…1000 thn masa kegelapan Islam…Perintah mencari Lailatul Qadr…Datangnya ‘Nur Islam’ Kedatangan Rasulullah saw untuk kedua kali di akhir zaman, Wasiat Rasulullah tentang Imam Mahdi Muhammadi…utk kebangkitan Islam akhir zaman menurut Paradigma Al-Qur’an…dengan bilangan angka yg ‘EXACT’…Wali2 Tanah Jawa telah mengabarkannya…ibarat Bulan purnama seser (14 Hijriah)…melambangkan abad keempat belas dari Rasulullah saw & para sahabat…orang2 Islam diwajibkan bai’at untuk taat…karena inilah ‘TALI ALLAH’…HAKIKI…

…Mujadid-Mujadid pendiri Madhzab-Madhzab itu juga…’BINTANG’-BINTANG ISLAM di masa kegelapan…dengan datangnya Lailatul Qadr yang terzahirkan dengan telah datangnya IMAM MAHDI MUHAMMAD…maka Madhzab-Madhzab semuanya harus lebur…jadi satu…Allah SWT telah ber-iradah & mentakdirkannya…bahwa campur tangan Ilahi…sangat diperlukan…dalam ‘reformasi sejati’ ISLAM DAMAI RAHMATALLILALAMIN…& utk Kesejahteraan Seluruh Umat Manusia. Usaha manusia (akal) semata utk ishlah…tidaklah cukup tanpa adanya NUR ILAHI yg turun…di zaman jahiliah modern…yg pekat ini. Kriteria Pemimpin Keruhanian/ Imam Zaman di zaman Kita (yang sudah akhir zaman, karena banyak tanda-tanda dalam Al-Qur’an yang sudah zahir)juga terdapat dalam Surah yaasin, 36 : ayat 21 & 22,… “wa jaa amin aqshol madiynati rojulun yas’aa qaa la yaaqaumittabi’uulmursaliina..

Maka datang dari “bagian terjauh kota itu” seorang laki2 (rajulun) dengan yas’a, “berlari-lari” ; Ia berkata,”Hai kaumku, ikutilah para rasul itu.

Kata-kata “bagian terjauh kota itu”, dapat diartikan suatu tempat yang jauh letaknya dari markas Islam masa awal (Kota Medinah). Sedang kata yas’a dalam beberapa sabda Rasulullah saw, memberi isyarat kepada sifatnya yang tak mengenal lelah, cepat bertindak dan tak mengenal jemu dalam usahanya untuk kepentingan Islam.

“ittabi’uu man laa yasalukum ajraw wahum muhtauuna.

Ikutilah mereka yang tidak meminta upah dari kamu dan mereka yang telah mendapat petunjuk.” (Kasus Ustadz Solmed sepertinya menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap gambaran Pemimpin-Pemimpin agama sekarang yang mencari penghasilan dengan dakwah yang sebenarnya tidak sesuai dengan sunah suci Rasulullah saw & sahabat-sahabat Beliau saw!!! Ini seibarat menjual ayat-ayat Al-Qur’an dengan harga rendah, sindiran Allah SWT dalam Al-Qur’an suci kepada ulamauhum).

Golongan Islam Ahmadiyah didirikan pada tahun 1889 (sudah 124 thn berdiri s/d thn2013) atas perintah ALLAH SWT kepada Al Mahdi, Imam Mahdi Muhammadi, Isa Almasih Muhammadi yang dijanjikan Rasulullah khatamannabiyyin saw yg akan datang utk meneguhkan agama & memenangkan Islam secara damai setelah 1000 tahun masa kegelapan dalam Islam, tepat pada awal abad keempat belas (bukan Isa Bani Israel, yg sdh wafat di kashmir India & yg menurut banyak sekte dlm Islam masih ditunggu-tunggu kedatangannya s/d sekarang). Pandangan Ahmadiyah ini sama dengan NU dalam muktamar-nya ke III di Surabaya 28 September 1928, hl 34 & 35, yi : – Bagaimana pendapat Mu’tamar tentang nabi Isa a.s. setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sbg nabi & rosul? padahal nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir. dan apakah madzab empat itu akan tetap ada pada waktu itu? + Kita WAJIB BERKEYAKINAN bhw nabi Isa a.s. itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sbg nabi & rasul yang melaksanakan syariat nabi Muhammad saw dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad sbg nabi yg terakhir, sebab nabi Isa a.s. hanya akan melaksanakan syariat nabi Muhammad. Sedangkan madhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku). Jadi bagaimana mungkin MUI yg dibawah pimpinan DR.KH.Sahal Mahfudh MA. (Ketua MUI 2005 – 2015 & Rais Am PB NU), akan menyesatkan, mengkafirkan dirinya sendiri & NU???, kecuali ini hanya keinginan kumpulan kecil Ulamauhum penentang2 Islam Ahmadiyah saja. Hal ini juga LEBIH DITEGASKAN/DIKUATKAN LAGI dalam :BUKU SOLUSI HUKUM ISLAM. Keputusan Muktamar, Munas & Konbes NU (1926 – 2004 M), Editor : Imam Ghazali Said, Edisi Rekomendasi PBNU.

Jadi Isi Muktamar NU ke III di atas telah menjawab dengan tegas bahwa makna KHATAMANNABIYYIN adalah sbg NABI “TERAKHIR PEMBAWA SYARIAT” – bukan dalam arti “NABI TERAKHIR”, dimana dlm Muktamar menetapkan – sesudah Nabi Muhammad saw akan datang NABI/RASUL yg menegakkan syariat Islam!!!.

…Jadi dalam Q.S Al Ahzab 40 – dalam MUKTAMAR NU tsb ditegaskan TIDAK BERTENTANGAN DENGAN SELURUH HADIST2 NABI MUHAMMAD “KHATAMANNABIYYIN” saw yg menjelaskan bhw NABI “ISA” akan datang di akhir zaman bagi umat Islam.

…Kesimpulannya, Pendapat Ahmadiyah tentang Masalah Kenabian TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH ISLAM & TERUTAMA DENGAN APA YG DIPEGANG OLEH NAHDLATUL ULAMA, SEBAGAIMANA DINYATAKAN DGN TEGAS DLM ISI MUKTAMAR DIATAS !!!

PENUTUP: “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25).

Yaa ayyuhalladziinaaamanud khuluu fissilmi kaaffah…hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu sekalian ke dalam jiwa kepatuhan seutuhnya (masuklah Islam secara kaffah) wa laa tattabi’uu khuthuwaatisysyaythooni…dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan ; innahuu lakum ‘aduwwummubiynun ; sesungguhnya, ia musuh yang nyata bagimu. (QS.  Al- Baqarah, 2: 209). Mengimani seorang nabi Allah itu hukumnya wajib (Rukun Iman),  Kita tidak boleh membeda-bedakan antara nabi yg satu dgn yg lain ; itaat mengikuti, bai’at kepada Imam Mahdi (derajatnya sbg Nabi ) lebih utama dari menegakkan shalat secara berjamaah!!!

“Innallaha yuhibbulladziina yuqaatiluuna fii sabiilihi shoffan kaannahum bunyaanum marshush” (61:4) Sesungguhnya Allah lebih menyukai orang-orang yg ‘BERJIHAD’ di jalan-Nya dalam suatu ‘JAMAAH yg satu’, barisan yg teratur yg dipimpin Khalifah…laksana ‘bangunan kokoh’ yg dicor dengan TIMAH…

…Smoga Allah SWT memberikan karunia kepada Saudara2 Islam-ku untuk menyelidiki secara ilmiah & seksama…kemudian menyatakan sami’na wa atha’na kepada perintah Rasulullah saw…apabila Kamu mendengar Imam Mahdi Muhammadi / Isa Ibnu Maryam (Hadist Ibnu Majah) sudah datang maka berbaiatlah Kamu (utk itaat) walaupun menghadapi rintangan yang sebesar gunung es.

…Kaifa antum idza nazalabnu maryam fiikum wa imaamukum minkum…Bagaimana (sikap) kamu (akankah kamu menerima atau menolak) apabila Ibnu Maryam turun di tengah kamu dan Imammu dari antara kamu?(HR. Bukhari).

Kaifa antum idza nazalabnu maryam fiikum faammakum…

Bagaimana kamu apabila Ibnu Maryam turun di tengah kamu lalu mengimami (memimpin) kamu? (HR Muslim)

Dan smoga janganlah Kita termasuk golongan yang dicirikan dalam narasi di bawah ini: Innalladzikafaru sawaaun ‘alayhim aangdzartahum am lam tundzirhum laa yu’minuuna. Khatamallahu ‘alaa quluubihim wa ‘alaa sam’ihim wa ‘alaa abshorihim ghisyaawatuw walahum ‘adzaabun ‘adhim. Sesungguhnya orang-orang yang tidak percaya sama saja bagi mereka, baik mereka engkau peringati atau tidak mereka tidak akan beriman. Allah telah memeterai hati & telinga mereka, sedang di atas mata mereka ada tutupan & bagi mereka ada siksaan besar. Waminannasi mayyaquulu aamannaa billahi wabilyaumil aakhiri wa maa hum bimu’minina. Dan di antara manusia ada yang mengatakan, Kami beriman kepada Allah & Hari Kemudian;”padahal mereka sama sekali bukan orang-orang yang beriman.

yukhaadi’uunallaha walladziina aamanuu wa maa yakhdauuna illaa anfusahum wa maa yasy’uruuna. Mereka hendak menipu Allah & org2 mu’min, padahal tiada yang mereka tipu selain diri mereka sendiri ; namun mereka tidak menyadari. Fii quluubihim maradhun fadzaadahumullahu maradhan wa lahum adzabun aliimum bimaa kaanuu yakdzibuuna. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah lagi penyakit mereka ; dan bagi mereka ada siksaan yang pedih disebabkan mereka berdusta. Waidzaa qiilalahum laa tufsiduu filardhi qaaluu innamaa nahnu mushlihuuna. Dan apabila dikatakan kepada mereka,”Janganlah kamu berbuat kerusuhan di bumi,” berkata mereka,”Kami hanyalah pencipta perdamaian.” alaa innahum humulmufsiduuna wa laakillaa yasyuruun. Ketahuilah! sesungguhnya mereka itulah pembuat kerusuhan tetapi mereka tidak menyadari hal itu. wa idzaa qiilalahum aaminuu kamaa aamanannaasu qaaluu anu’minu kamaa aamanassufahaau Alaa innahum humussufahaau wa laakillaya’lamuna. Dan apabila dikatakan kepada mereka,”Berimanlah kamu sebagaimana orang lain pun telah beriman;” berkata mereka,”Apakah kami harus beriman sebagaimana orang-orang bodoh telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui. …Janganlah Kita seperti yang digambarkan dalam Surah Yaasin 36: 8-12… ”Laqad haqqal qaulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuuna…Sesungguhnya perkataan itu (kabar suka & peringatan, argumentasi ilmiah yg didukung ayat2 AlQur’an As-Sunnah & hadist, Penulis) telah terbukti benar atas kebanyakan mereka, maka mereka tidak akan beriman. “Inna ja’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilaa adzqaani fahum muqmahuuna…Sesungguhnya telah Kami pasangkan “belenggu” sekeliling leher mereka sampai dagu mereka, maka mereka “tertengadah”. Belenggu disini berarti belenggu2, rintangan2 adat istiadat, kebiasaan2, prasangka, kecintaan kepada duniawi), kekuasaan (tamak, korupsi, suap menyuap, fanatisme negatif (berbeda dgn kecintaan sejati kpd Islam), kesombongan & pemikiran2 sempit spt chauvinisme, dll, yang  mengikat orang2 ingkar dan menghalangi mereka menerima kebenaran & memadamkan segala usaha membenahi diri. Sehingga mereka menjadi “tertengadah”(tidak dapat melihat, berjalan & memutuskan sesuatu dgn lurus lagi), karena walaupun mereka bisa memahami dgn kecerdasan otak mereka bahwa Pendiri Islam Ahmadiyah & Al Jamaahnya jelas2 mendapatkan fitnah yg keji, dan hal tersebut suatu keniscayaan, kebenaran sejati yg didukung ayat2 AlQur’an tapi karena tekanan dari berbagai penjuru, takut kehilangan kekuasaan dll. Keadaan ini dijelaskan lebih lanjut dalam ayat-ayat selanjutnya, 10 – 12,…“Waja’alnaa min bayni aydiihim saddan wa min kholfihim saddan faaghsyaynaahum fahum laa yubshiruuna…Dan, Kami telah memasang penghalang di hadapan mereka dan penghalang di belakang mereka, dan Kami telah menutupi mereka, maka mereka tidak melihat“Mereka tidak melihat”disini maksudnya bahwa pertama akibat kesombongan2 mereka sendirilah maka Allah SWT tidak memberikan karunia, beriman kepada “Islam sejati” (akhir zaman) & Agama Tauhid (Islam), yg mana management kemenangan agung Islam ini, benderanya dibawa oleh Hz. Imam Mahdi, Pendiri Islam Ahmadiyah, Isa yang dijanjikan Rasulullah, The Great Visioner, Khatamannabiyin Muhammad saw ; Kedua mereka, orang-orang ingkar tersebut tidak mau mengambil pelajaran dari sejarah kaum-kaum terdahulu yang menolak kebenaran dan ditimpa oleh azab Ilahi.

“wa sawaaaun ‘alayhim aangdzartahum am lam tundzirhum laa yu’minuuna…Dan sama saja bagi mereka, baik engkau memberi peringatan kepada mereka atau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

“Innamaa tundziru manittaba’adzdzikra wa khosyiyarrohmaana bilghoib. Fabasysyirhu bimaghfirotin wa ajrin kariimin…Engkau hanya dapat menasihati orang yang mengikuti Pemberi peringatan dan yg takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah dalam keadaan tidak tampak, maka berilah dia khabar suka ttg ampunan dan ganjaran yang mulia. Surah Yaa sin, 36 : 31,“Yaa hasrotan ‘alaal’ibaadi…Maa ya’tiihim mirrosuulin illa kaanuu bihiii yastahziuuna”Ah, sayang bagi hamba-hamba-Ku! Tidak pernah datang kepada mereka seorang rasul, melainkan mereka senantiasa mencemoohkannya. …Allah Yang Maha Kuasa sendiri seolah-olah sangatmasygul atas penolakan, penghinaan dan ejekan manusia terhadap para nabi-Nya.Laa nufarriqu bayna ahadim mirrasuulih…Smoga Janganlah Kita membeda-bedakan antara nabi yg satu dgn nabi yg lain tp setiap utusan Tuhan (Imam Mahdi agama Islam) yg datang khususnya pada zaman Kita, zaman akhir ini hendaklah Kita katakan sami’na wa atha’na, amin.

KEBENARAN PASTILAH JELAS TAMPAK BERBEDA DGN KEBATILAN baik dari segi ARGUMENTASI maupun TINDAKAN AKHLAK!!!

…SELAMAT BEREKSPLORASI ILMIAH, & BANYAK2LAH BERDOA & BERPUASA…MEMOHON PETUNJUK AGAR DIBERIKAN KARUNIA OLEH YM KUASA UTK DAPAT BAI’AT, MENGENAL SIAPAKAH SEBENARNYA IMAM ZAMAN PADA MASA KITA HIDUP SEKARANG INI…INILAH “LAYLATUL QADR” YANG SEBENARNYA …Smoga sharing ini dapat diambil manfaatnya… “Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran (TELAH DATANG & ZAHIR-nya NUBUATAN RASUL MUHAMMAD “VISIONER” saw ttg IMAM MAHDI & ISA AKHIR ZAMAN) kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu”. (QS.Az-Zukhruf : 78).

Wa iyyuridka bikhoyrin falaa radda lifadhlihi (Q.S Yunus, 10 : 108)…Dia menghendaki suatu kebaikan bagi engkau, maka tak ada yang dapat menghalang-halangi karunia-Nya…; …JANGAN-LAH MENOLAK KARUNIA-NYA…APABILA Wakil Rasulullah saw,Hz.IMAM Mahdi as TELAH DATANG… wa akhiiru da’wanaa, ‘anil hamdulillahirobbil ‘aalamiin. …Wassalamu… ‘alaa manittaba’alhuda… dan selamatlah (SALAM) atas orang-orang yang mengikuti PETUNJUK (ALLAH SWT & RASUL Muhammad KHATAMANNABIYYIN SAW).

REFERENSI-REFERENSI: Sumber2 Ilmu baik Ahmadiyah & non Ahmadiyah.

1. Lir-Ilir & Pengertiannya, SatrioPengikut RatuAdilSultanHeruCakra (Pendiri Islam Ahmadiyah, Hz.Mirza Ghulam Ahmad as),

satriopiningitimammahdimuhammad@yahoo.co.id , 2009.

2. http://sejarah.kompasiana.com/2013/06/09/sangat-penting-nya-khilafat-alaa-min-hajjinnubuwwah-563556.html

3. http://sejarah.kompasiana.com/2013/07/04/kebenaran-imam-mahdi-pendiri-islam-ahmadiyah-berdasarkan-alquran-hadits-570758.html

4. http://sejarah.kompasiana.com/2013/08/19/catatan-menjelaskan-masalah2-mendasar-islam-kepada-tuhan-mui-umat-tuhan-mui-kami-sabar-tidak-bosan-582358.html

5.http://sejarah.kompasiana.com/2013/08/21/teka-teki-yang-sebaiknya-dijawab-dulu-ulamauhum-tuhan-mui-umat-tuhan-mui-sebelum-sesat-musyrik-582735.html

6.http://www.4shared.com/get/7l8Wv0Am/Ramalan_Raden_Ngabehi_Ranggawa.html

7.http://sejarah.kompasiana.com/2013/07/24/tanda-samawi-dukungan-allah-swt-kepada-pendakwaan-imam-mahdi-as-sebagai-tanggapan-atas-kebenaran-ahmadiyah-menurut-perspektif-sosio-politik-religius-by-anindya-gupita-kumalasari-576115.html

8. http://filsafat.kompasiana.com/2013/12/12/cara-mempelajari-ilmu-islam-ahmadiyah-615888.html
(Islam Sejati pastilah akan mengajarkan hakekat, Jika masih penasaran dan ingin memahami Ahmadiyah, SILAHKAN ORANG2 Indonesia, baik ISLAM, Nasrani, Hindu, Budha YG CINTA KEBENARAN & ILMU,…BACA SUPAYA TAHU ALURNYA ISLAM AHMADIYAH VERSI YG ASLI di Link di bawah(tuk dipelajari seumur hidup kita, selama hayat dikandung badan untuk mengetahui ajaran Islam sebenarnya):INI MENJADI PEMBUKA ILMU ALURNYA ISLAM AHMADIYAH DARI SATU ILMU KE ILMU YG LAINNYA, SILAHKAN MENIKMATI THE JOURNEY… ; Salah satu isinya tentang CARA BELAJAR KETIGA, MENGENAL KEBENARAN HAKIKAT AL JAMAAH ISLAM AHMADIYAH, Pelajari & belajar-lah dari pengalaman2,TESTIMONI, FAKTA YANG TERJADI nyata orang2 non Ahmadi yang telah bersusah payah tuk mencari kebenaran tentang Ilmu sejati Islam Al Jamaah Ahmadiyah, dan akhirnya bai’at, contonya @:http://www.4shared.com/get/HnJMottXba/KISAH_Mengapa_sy_Baiat__bergab.htmlhttp://sejarah.kompasiana.com/2014/02/13/mengapa-saya-baiat-dan-bergabung-dalam-jemaat-ahmadiyah-631679.html ;
http://www.4shared.com/office/5RbqRC-v/Tunggul_Ihsan_Mahdi-Mencari_Sa.html ;http://www.4shared.com/get/xRxRew0Q/Berkat2_Cikeusik.html ;http://sejarah.kompasiana.com/2014/02/10/hikmah-berkah-berkah-pasca-syahidnya-3-orang-ahmadi–630884.html
http://sejarah.kompasiana.com/2014/02/06/jembatan-suramadu-tanda-kedatangan-al-mahdi-629955.html
http://filsafat.kompasiana.com/2014/02/04/testimoni-dedi-sunarya-alami-laylatul-qadr-kebenaran-ahmadiyah-terbukti-629503.html
http://sejarah.kompasiana.com/2014/02/06/ajaran-islam-ahmadiyah-titik-balik-dalam-kehidupanku-629978.html (Testimoni seorang penganut Buddha…tentang Islam Ahmadiyah.)
http://filsafat.kompasiana.com/2013/12/27/isa-saw-lah-sang-mahdi-mesias-juru-selamat-seluruh-umat-manusia-619977.html
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/19/beda-pengertian-antara-al-jamaah-firqah-617924.html
http://filsafat.kompasiana.com/2014/01/01/tiga-versi-ahmadiyah-621404.htmlKerangka, gambaran lay-out di link atas ini merupakan key-path bagaimana Kita secara cerdas mempelajari Konsep-Konsep Islam Ahmadiyah dari sumbernya langsung:
PERTAMA, Kenalilah karya-karya Imam Mahdi, Hz, Mirza Ghulam Ahmad as, & ‘buah-buah’ Islam Ahmadiyah!!! PALING nyaman BELAJAR dengan MENGENAL KARYANYA Imam Mahdi as, pendiri Islam Ahmadiyah yang paling populer !!! WALAUPUN DI DALAM comment-comment tanggapan penentang Ahmadiyah, BANYAK HUJATAN YANG sebenarnya tidak berguna & perlu, juga kotor, PASTILAH TETAP SAJA TIDAK DAPAT MEMBANTAH KEINDAHAN, KEILMUAN, KELUASAN TULISAN-TULISAN BELIAU as dalam MENJAWAB PERMASALAHAN-PERMASALAHAN AGAMA,…seperti Buku Filsafat Ajaran Islam,…kami referensikan, di:

http://www.4shared.com/get/yCjauB0T/filsafat_ajaran_islam_-_book_2.html
http://www.scribd.com/doc/33102000/Filsafat-Ajaran-Islam-Book-23-05-2010
JUGA DI : http://sejarah.kompasiana.com/2013/09/06/review-historis-buku-filsafat-ajaran-islam-karya-hz-imam-mahdi-pendiri-islam-ahmadiyah-587422.html

Buku FAI Ini merupakan “parasut2 kebenaran UTAMA”, setelah TANDA SAMAWI, 2X GERHANA BULAN & MATAHARI DI BULAN RAMADHAN @ 1894 & 1895 M,
http://sejarah.kompasiana.com/2013/07/24/tanda-samawi-dukungan-allah-swt-kepada-pendakwaan-imam-mahdi-as-sebagai-tanggapan-atas-kebenaran-ahmadiyah-menurut-perspektif-sosio-politik-religius-by-anindya-gupita-kumalasari-576115.html ; … yang tidak akan dapat dibantah oleh musuh sekalipun, terjunkanlah ini ke dalam kantong2 musuh!!!,…maka barangsiapa yang membaca buku ini dari awal s/d selesai InsyaAllah, dalam hati mereka akan terbit cahaya, pemahaman & bukti yang tidak akan pernah dapat disesatkan oleh Ulamauhum ; sehingga Stigma negatif yang sangat kuat ada di dalam masyarakat Indonesia mengenai Al Jama’ah Islam Ahmadiyah akibat provokasi & informasi yang salah yang diberikan oleh orang-orang, ‘ulama-ulama’ penentang Ahmadiyah (CONTO: MUI) yang berkiblat kepada fatwa sesat & menyesatkan ‘ulama-ulama’ Rabithah Islamiyah, yang berpaham Wahabi, Saudi Arabia seketika akan hilang sirna oleh cahaya samawi.

Smoga mereka orang-orang ghair tergerak, tertarik hati mereka untuk melakukan penyelidikan ilmiah langsung ke sumber-sumber Ilmu Islam Sejati, Ahmadiyah, di pusat-pusat dakwah, di kota masing-masing & terbitlah fajar keimanan baru, itaat kepada Rasulullah saw, bai’at kepada Al Mahdi, Khalifatullah!!!

Hai saudara-Saudaraku khususnya Umat Islam Indonesia,…TINGGALKANLAH SUUDZAN KRN AHMADIYAH ITU ISLAM, KRN SYAHADATNYA SAMA & BANYAK TOKOH ISLAM Indonesia YG MJD SAKSI AKAN HAL INI,…JADI, BACALAH DGN CERMAT & TELITI, TAMPUNGLAH DULU, LUMAYAN NAMBAH WAWASAN KEISLAMAN KITA(TIDAKLAH DOSA), KMDN KARAKTERISTIK ALUR ILMU ISLAM AHMADIYAH Tn2 BANDINGKAN DGN ILMU ISLAM ULAMA Tn2 YG Tn2 ANGGAP ALIM,…& VALIDASIKAN SEMUANYA DGN KHUSUSNYA AYAT2 AL-QUR’AN AL HAKIIM… BIARKAN ILMU & FAKTA MEMANDU HATI Tuan2…

I think what we “all” need rightnow is “the proof”(bukti, fakta, argumen khususnya dari AlQur’an sebagai AL Hakim) not only just Information statement that could be right (benar) or wrong (salah)!! . smoga bermanfaat untuk AKHERAT-mu… Aamin ya Rabbal ‘alamin 3x

— THE END —

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s