Bahasa Indonesia Ditengah Bahasa Asing dan Bahasa Alay…

 1354976551119485164

Oleh : Etty Lismiati

Sebuah mushola yang berada di sebuah tempat di Jakarta, penunjuk tempat wudhu hanya bertuliskan “ikhwan” dan yang satu lagi “ahwat”, tanpa gambar. Tidak heran jika ada sekelompok remaja perempuan yang ingin berwudhu kebingungan dan berbisik dengan sesamanya, kita ini akhwan atau akhwat ya… ? Sama-sama tidak paham, mereka tentu saja mesti celingukan dulu sebelum memasuki ruangan itu.

Kepolosan pertanyaan mereka mungkin  bisa membuat sebagian orang tersenyum. Sebagian lain mungkin mengernyitkan dahi, kok istilah sederhana begitu tidak dipahami remaja jaman sekarang. Bahkan yang lebih parah lagi jika sampai mempertanyakan, anak-anak itu muslim bukan sih? Lhooo…kok ?! Tapi, memang bisa saja orang lain sampai kesana pikirannya

Lanjutkan membaca “Bahasa Indonesia Ditengah Bahasa Asing dan Bahasa Alay…”

Credit Card, Kartu Pencabut “Nyawa”

13548618491766818484

Sebagaimana diketahui, Credit Card atau Kartu Kredit adalah salah satu fasilitas kredit yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya, untuk memberikan kemudahan bagi para penggunanya dalam melakukan pembayaran. Salah satu bentuk kemudahan ini adalah tercermin dari wujud fisik kartu tersebut yang hanya terbuat dari plastik dengan ukuran yang sama namun sedikit lebih tebal dari kartu nama.Bentuk kartu kredit memang didisain sedemikian rupa agar dapat tersimpan dengan baik didalam dompet para penggunanya, karena memang fungsinya bisa menggantikan uang tunai.

Lanjutkan membaca “Credit Card, Kartu Pencabut “Nyawa””

Terusan Suez Adalah Karya Master Piece Umar bin Khattab

Banyak yang belum tahu , bahwa ternyata Terusan Suez ternyata adalah sebuah karya agung berdasar ide dan gagasan cemerlang sekaligus membuktikan kejeniusan Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab raddiyallahu’anhu. Ide jenius beliau menghubungkan Laut Merah dan Laut Putih Tengah karena adanya berbagai potensi domestik yang sudah dikenal pada zamannya. Juga kejeniusan beliau patut kita berbangga karenanya, adalah kemampuan beliau mewujudkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa dilalui oleh kapal-kapal.
Di musim dingin tahun 641-642 M, Amru bin Ash ra. membuka terusan yang menghubungkan antara laut Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang, dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin.
Al Qadha’i bercerita, Umar bin Khattab ra. menginstruksikan pada Amru bin Ash ra. pada saat musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di samping Fusthath kemudian dialiri air sungai Nil hingga laut Qalzim.