Tokoh dan Proses Pembuatan Animasi Shaun the Sheep


Shaun The Sheep pertama kali muncul di televisi pada tahun 1995 dalam film A Close Shave dengan karakter Wallace dan Gromit anjing. Durasinya hanya empat menit tetapi membuat orang banyak menyukainya. Dan sejak itu, Shaun memiliki acara TV sendiri di BBC yg dibuat oleh studio produksi Aardman.
Lanjutkan membaca “Tokoh dan Proses Pembuatan Animasi Shaun the Sheep”

Sukai Pornografi Cegah Perkosaan by FK

OPINI | 26 October 2011 | 02:51 293 73 4 dari 7 Kompasianer menilai aktual


Menurut Komnas perempuan pada tahun 2011 tercatat 105.103 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 3.753 kasus perkosaan yang dilaporkan (*sumber koran jakarta.com) mengenai jumlah korban yang tidak melaporkan aktualnya pasti jauh lebih besar lagi.

Sebagai seorang lelaki yang normal baik phisik maupun orientasi seksual, tidak dapat dielakkan bahwa perempuan adalah obyek utama pendorong pemuasan nafsu syahwat. Karena obyeknya adalah perempuan maka tidak dapat dielakkan pula yang menjadi korban adalah perempuan.

Pengalaman pribadi saya, sedari SMP rasa penasaran dengan lawan jenis tidak dapat dielakkan, dari gonta-ganti pacar dengan mode kirim-kirim surat, tuker-tukeran photo untuk teman menjelang tidur, pegang-pegangan tangan adalah hal yang mewarnai perkembangan jiwa saya kala itu. Banyak hal positif ketika berpacaran yang saya rasakan, karena mempertahankan prestasi berupa nilai akademik dapat terkendali walaupun sebagian waktu belajar kadang harus terpecah oleh malam-malam penuh khayalan dapat mengecup pujaan hati, karena nilai sekolah oke salah satu penarik yang efektif untuk dapat mendekati calon gebetan.

 

Keinginan untuk mencium tangan atau pipi seorang gadis pada saat itu begitu besar saya rasakan dan dalam beberapa kali kesempatan hal tersebut akhirnya tercapai juga. Perilaku saya tersebut apakah karena akibat sering membaca tulisan kuning atau nonton film hot alias pornografi? Saya pastikan tidak, itu hanya naluri dan dorongan perubahan dari dalam diri yang saya rasakan asyik-asyik saja sejauh tidak ketahuan oleh orang tua pacar atau melakukannya terlalu jauh karena takut akan ancaman hukuman menurut agama yang saya anut. Tapi itu dulu, saat informasi dan komunikasi tidak segreget saat ini dan saat kontrol masyarakat juga keluarga dikampung saya masih cukup baik menjadi shock therapy yang cukup efektif mencegah ABG seperti saya berbuat lebih jauh.

 

Ketika SMA, saya baru mengenal buku-buku sekelas Enny Arrow, Nick Carter, dan lain sebagainya yang mengganti posisi buku Donald Bebek, Bobo, Wiro Sableng, Pendekar Naga Putih dan Pendekar lainnya. Dari membaca buku-buku yang menggelitik imaji inilah saya mengembangkan khayalan-khayalan menikmati tubuh wanita secara kasat mata sebagaimana dramatisasi-dramatisasi yang ditawarkan buku-buku tersebut. Apakah yang terjadi setelah saya membaca buku-buku kelas dewasa ini, ahaaaa keinginan saya terhadap perempuan yang ketika SMP hanya sekedar bermimpi dapat mengecup tangan atau pipi, berubah menjadi keinginan mengecup bibir dan memeluk. Apakah hal tersebut kesampaian, pada beberapa kesempatan akhirnya kesampaian juga hahahaha, tapi untungnya buku-buku tersebut selain berkisah tentang berasmara yang Hot’s kadang kala pada beberapa buku ajaib tersebut bercerita pula tentang konsekuensi yang dihadapi pasangan-pasangan yang akhirnya harus menanggung hukuman moral dan konsekuensi tanggung-jawab yang bagi saya belum mampu saya pikul, justru mencegah saya untuk melanjutkan ke kontak seksual yang dalam terhadap pacar saya kala itu, pada point ini bukan ketakutan akan hukuman agama lagi yang menjadi tameng utamanya, tapi porsi ketakutan akan konsekuensi berperan cukup dominan.

 

Teori pencegahan melalui penekanan-penekanan keimanan secara masif sangat sulit diukur efektifitasnya untuk menjadi tameng preventif terhadap perilaku free sex dikalangan anak remaja ataupun orang dewasa saat ini, apalagi jika menyangkut harapan menurunkan tingginya tingkat pelecehan dan perkosaan terhadap wanita, karena nilai-nilai agama pada masa sekarang ini berada pada titik terberatnya dalam melawan dominasi teknologi informasi dari segala penjuru mata angin yang menyerang setiap sendi kehidupan masyarakat. Dampak lain kuatnya pengaruh informasi dan telekomunikasi yang cepat ini mampu menyebabkan pergeseran demi pergeseran tata nilai yang merubah paradigma suatu hal menyangkut ketabuan yang tadinya dianggap tidak biasa dan saru menjadi biasa dan oke-oke saja, sehingga hal ini mempengaruhi melemahnya kontrol sosial dalam masyarakat yang tadinya bertahan pada sosiokultural yang rapat menjadi individual mindset.

Oleh karena itu, selain tetap bertamengkan nilai-nilai agama serta kontrol sosial, untuk mencegah terjerumusnya kita menjadi pelaku pelecehan dan pemerkosa, ada baiknya kita membuka mata sedikit lebih positif terhadap perkembangan globalisasi yang tak dapat kita cegah atau tantang arusnya ini, dengan mencoba berevolusi menyamakan ritme dan menemukan trik pencegahan yang lebih kedalam dengan cara agak moderat memandang pendidikan seks agar lebih dewasa menyikapi dorongan-dorongan syahwat.

Ada yang bilang jangan terbawa arus dong, ente khan bisa berpuasa untuk menahan syahwat, atau menikah dan menjaga level iman diposisi yang selalu stabil. Beberapa sahabat yang alim saya acungkan jempol tinggi-tinggi untuk anda yang dapat menjadikan kekuatan iman sebagai tameng utama mencegah terjerumus pada perilaku seks bebas, pelecehan dan perkosaan. Lalu saya melihat dari gerombolan sahabat yang saya punya, walah ternyata tidak sampai 30% saja yang tingkat keimanannya top markotop, sisanya iman abal-abal berubah sesuai keadaan dan kecenderungan hati.

Lalu saya sendiri bagaimana menyikapi kedalam diri hal tersebut ? hehehehe, terus terang dan tanpa memunafikan diri karena jaim, saya baru dapat melihat gambar-gambar wanita bugil dan nonton film semi porno pertama kali secara sukses bersama teman-teman dikala SMA, lalu selanjutnya meningkat menonton film-film full porno. Dan hingga hari ini masih memiliki beberapa koleksi pribadi film-film blue atau film porno serta gambar-gambar wanita bugil yang bisa bikin jakun naik turun pada awal-awal menikmatinya, walau demikian hingga lulus SMA keperjakaan saya tetap terjaga dari aktifitas intercouse atau hubungan seks langsung antar alat kelamin, paling cuma nyerempet-nyerempet.

Berjalannya waktu karena seringnya menikmati pernak-pernik pornografi ini saya justru mengalami penurunan agresifitas mata, pikiran juga hasrat yang berlebih, ketika pada kehidupan real saat berinteraksi dengan wanita dari yang pake rok mini hingga yang tanpa sengaja memberi bonus pada mata saya dengan belahan dada dan belahan isi pahanya.

Saya sadari atau tidak karena telah biasa melihat sesuatu yang lebih terbuka ketika memandang photo bugil ataupun film porno tersebut, otak kotor saya justru berada pada level yang biasa ketika dikehidupan nyata bersua dengan keseksian seorang wanita, jangankan berpikir memperkosanya, berpikir untuk nepuk pantat atau mencoba menyentuh haluspun tidak terbersit diotak saya hahaha. Dan mungkin kondisi inilah yang terjadi ketika dinegara-negara eropah seperti Denmark, Jerman, Canada bahkan Jepang yang notabene pornografi dianggap hal yang biasa, tingkat kasus pemerkosaan relatif jauh lebih kecil, dibanding negara-negara yang lebih protektif.

Saya tidak bermaksud mengiring opini kearah membebaskan pornografi dimasyarakat, sebab bisa saja tidak cocok bagi masyarakat kita yang plural serta masih bayi dalam perkembangan dunia modern saat ini alias baru belasan tahun belakangan melek informasi dan menikmati kebebasan berekspresi, sehingga ditakutkan bukan nilai positif yang diambil hikmahnya saat memahami inti pornografi sebagai salah satu media pendidikan seks, malah justru dapat menjadi bumerang terjadinya seks bebas tidak karu-karuan dimasyarakat yang berdampak memburuknya situasi sosial bagi generasi mendatang.

 

*Catatan : sorry tidak bisa berbagi film porno, karena hanya untuk koleksi pribadi dan lagian belakangan kalau nonton film porno biasa aja tuh, persis kayak dokter kandungan yang sudah terbiasa berinteraksi dengan perkakas paling berharga seorang wanita sehingga tidak terbersit pikiran jorok untuk mempraktekkannya pada sembarang tempat hahahaha. Tapi satu hal yang pasti saya tetap nafsu pada wanita yang saya cintai, dan ini menjawab bahwa level kenikmatan seks hanya akan maksimal didapatkan jika dilakukan karena saling mencintai dalam ikatan yang sah, agar kenikmatannya dapat dinikmati tanpa rasa was-was. Dan yang pasti nonton film porno yang baik “lebih kepada pendidikan diatas ranjang” akan menambah variasi pose berhubungan yang woke tanpa harus berhubungan dengan pemeran wanitanya hahahaha.

Bagi yang masih jomblo jangan lupa tuh sabun untuk mandi broooo….. hahahaha

Demikianlah share sisi lain memahami Pornografi sebagai salah satu warna hidup dengan mencoba menilai sisi-sisi positif terhadap sesuatu diantara banyaknya pilihan-pilihan buruk yang ditawarkan oleh kehidupan pada akhir jaman ini….. dan kembalinya pada diri kita masing-masing.

Kisah Lain Tentang Muslim yang Selamatkan Yahudi dari Holocaust

Grand Mosque of ParisREPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Cerita tentang Holocaust tak pernah selesai digali. Di Prancis, Holocaust punya kisah tersendiri. Yang sedikit orang tahu, sebuah masjid di Paris ternyata turut membantu warga Yahudi bersembunyi, menyelamatkan diri dari incaran Nazi. Kisahnya kini diangkat ke layar lebar dan segera ditayangkan di negeri itu.

Isu Perbatasan RI-Malaysia: Strategi Politik Kelompok Marhenis?

1318665437681346833

Isu perbatasan Indonesia dan Malaysia sengaja di hembuskan oleh kelompok-kelompok tertentu yang erat kaitannya dengan kelompok Marhenisme yang bersembunyi di balik nasionalisme ,yang sempat menimbulkan keteganagan antara kedua negara  yang bertetangga itu. Kelompok Marhenisme yang juga sering disebut dengan Sukarnoisme itu acapkali memunculkan isu-isu perbatasan,khususnya perbatasan Indonesia dengan Malaysia .

Lanjutkan membaca “Isu Perbatasan RI-Malaysia: Strategi Politik Kelompok Marhenis?”

Pengumuman Hasil PLPG tahap 1 – 7 Kota Malang

Akhirnya yang ditunggu telah tiba. Kami sampaikan hasil penilaian PLPG tahap 1-7 (tahap yang lain segera menyusul). Ada 3 hasil: LULUS, MENGIKUTI UJIAN ULANG, dan TIDAK LULUS (karena tidak datang atau tidak bisa menyelesaikan PLPG).

Bagi yang lulus kami ucapkan selamat, semoga ilmu yang diterima bisa dimanfaatkan secara maksimal. Bagi yang harus mengikuti ujian ulang, dipersilahkan mengikuti UJIAN ULANG pada tanggal 16 Oktober 2011 (lebih detilnya mengenai waktu, apa yang harus diulang, dan apa yang harus dibawa bisa dibaca pada halaman pertama tiap file). Bagi yang tidak lulus, bila memungkinkan masih bisa dipanggil pada tahun berikutnya apabila telah menunjukkan bukti ketidakhadirannya pada PLPG tahun ini.

Mohon waspada terhadap segala macam penipuan melalui telepon atau SMS. Mungkin sekarang sasaran telepon adalah yang dinyatakan mengikuti ujian ulang. Kami tidak pernah menghubungi peserta secara pribadi. Pengumuman ini akan kami sampaikan secara resmi ke Dinas Pendidikan masing-masing melalui surat. Kami tidak bisa melayani komplain apabila ada yang tertipu harus membayar sejumlah uang. Kami menyelesaikan permasalahan akademik secara akademik, bukan melalui jalur tidak resmi semacam pembayaran uang atau kekeluargaan.

Silahkan mengunduh file berikut, klik  Kota Malang

Axis Tinggalkan BlackBerry, BlackBerry Semakin Ditinggalkan?

REP | 08 October 2011 | 06:54 364 4 1 dari 1 Kompasianer menilai aktual


Prediksi semakin menurunnya pangsa pasar BlackBerry (BB) mulai terealisasi. Sebelumnya minat konsumen kepada BB karena BIS dan BBM yang disediakan BB, maka sekarang mereka mulai beralih ke android dan smart phone lain. Teman saya juga mengaku punya BB cukup rumit. Selain radiasinya tinggi, perawatannya juga harus teratur.

Lanjutkan membaca “Axis Tinggalkan BlackBerry, BlackBerry Semakin Ditinggalkan?”