Isu Perbatasan RI-Malaysia: Strategi Politik Kelompok Marhenis?

Posted: 15 Oktober 2011 in Uncategorized
1318665437681346833

Isu perbatasan Indonesia dan Malaysia sengaja di hembuskan oleh kelompok-kelompok tertentu yang erat kaitannya dengan kelompok Marhenisme yang bersembunyi di balik nasionalisme ,yang sempat menimbulkan keteganagan antara kedua negara  yang bertetangga itu. Kelompok Marhenisme yang juga sering disebut dengan Sukarnoisme itu acapkali memunculkan isu-isu perbatasan,khususnya perbatasan Indonesia dengan Malaysia .

Akhir-akhir ini isu serupa juga muncul kembali yang berawal dari pernyatan TB. Hasanuddin salah seorang anggota DPR dari fraksi PDI-P yang tergabung dalam  komisi 1 ,bekas penasehat militer Presiden Megawati Sukarnoputri .Ia menyebutkan ,bahwa daera Tanjang Dastu  dan Camar Wulan di Kabupaten Sambas Propinsi kalimkantan Barat  telah di caplok oleh negera tetangga,Malaysia.

Isu yang dihembuskan oleh anggota komisi 1  tersebut sempat menimbulkan ketegangan dikalangan masyarakat perbatasan di Kalimantan barat,sehingga beberapa pemuda sudah berinisiatif mendirikan posko-posko sebagai tempat perekruitan sukarelawan untuk membela kedaulatan Indonesia dari aneksir Malaysia.Isu-isu tersebut terus berkembang luas,yang di ikuti oleh riak-riak unjuk rasa yang juga dilakukan oleh kemlompok tersebut  di bundaran HI misalnya yang dikuti juga oleh Permadi, mantan anggota DPR dari fraksi PDI-P yang kini menyeberang ke Garindra itu.

Kelompok Marhenisme yang identik dengan kelompok  konservatif garis keras itu memang mereka kurang kompromi sekiranya menyangkut kedaulatan negara,sebagaimana halnya juga terhadap sengketa perbatasan Indonesia-Malaysioa di blok Ambalat sebelumnya. Aneh memang mereka bersikap seperti itu,padahal idola mereka, Sukarno sebelumnya lebih banyak menempuh cara-cara diplomatis secara damai dari pada dengan kekerasan dalam proses menyelesaikan sesuatu masalah dengan Malaysia. Memang ada juga dengan cara-cara kekerasan ,tetapi hal itu hanya sebagai pelengkap untuk memperkuat cara-cara yang dilakukannya secara  diplomsi.

Masalah  konfrontasinya dengan Malaysia “Gayang Malaysia”,Sukarno juga mengalami kegagalan,teteapi sebaliknya justeru masalah Irian berhasil melalui perundingan New York,bukan melalui kekerasana senjata padahal waktu nitu kekuatan militer Indonesia lebih kuat dari pada sekarang.Apalgi tuduhan yang dilontarkan TB.Hasanuddin itu ,bahwa Malaysia mencaplok wilayah Indonesia(Tanjung Datu-Cawar Wulan) segera dibantah oleh pemerintah Indonesia.

Mulai dari Departemen Luar Negeri  sampai Menkohukkam  dan Menteri Pertahanan Negara Kesaatuan republik Indonmesia(NKRI)membantah dengan keras terhadap isu-isu yang di hembuskan anggota komisi 1 DPR tersebut, sehingga isu-isu itu mulai lenyhap dari media massa yang pada gilirannya tertelan zaman.Sikap pemerintah Indonesia jelas,bahwa daerah-daerah perbatasan mulai dari Sebatik sampai Tanjung datu yang jaraknya sekitar dua kali panjang Pulau Jawa itu tidak ada satupun yang di caplok oleh negara manapun, termasuk Malaysia.

Dan sekiranyapun ada patok-patok bergeser kemungkinan besar disebabkan oleh kikisan  air atau abrasi,namun  garis perbatasannya secara astronomis tidak akan berubah,garis-garis kordinatnya tetap sesuai dengan suatu kesepakatan Indonesia-Malaysia.Jadi enggak ada daerah yang dicaplok oleh Malaysia,makanya bangsa Indonesia jangan cepat terpancing oleh provokasi kelompok-kelompok Marhenis yahng belum tentu kebenarannya.. Berbagai masalah perbatasan tersebut perklu di sosialisasi kepada rakyat,supaya mereka memahaminya secara baik sehingga tidak mudah terpancing dengan berbagai isu-isu yang dikembangkan oleh mereka untuk meraih tujuan mereka itu.

Kita sangat menghargai sikap mereka terhadap tanah air,tetapi perlu memahami dahulu berbagai hal yang erat kaitannya dengan masalah tersebut sebelum melemparkan isu-isu yang bisa menyebabkan terjadinya ketegangan antara Indonesia dan Malaysia.Nah bagaimana sekarang  ?  katanya para anggota komisi 1 DPR hendak melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan itu,untuk melihat  kawasan Tanjung Datu yang luasnya sekitar 1449 Hektar dan Camar Wulan seluas 1400 Hektar. Sementara penduduk setempat termasuk jajaran pemerintah lokal mengatakan tidak ada wilayah yang dicaplok Malaysia,namun pemerintah setempat menghendaki supaya pemerintah pusat segera mengentaskan masalah -masalah sosial tersebut  .Terutama pembnagunannya dalam berbagai aspek kelihatannya  selama ini kurang mendapat perhatian serius dari Jakarta,sehingga daerah perbatasan jauh tertinggal dari daerah Malaysia disebelahnya itu.

 

oleh : Teungku.nurdin Teungku.abd.gani.isa

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s