05
Feb
10

Karya Among

30
Jan
10

INSIDE OUT

Refleksi Abstraksi

Pengupayaan tentang abstraksi dalam perspektif yang luas, yang antara lain mengetengahkan sikap kreatif karya sebagai ruang penyadaran, pertahanan, juga forum instrospeksi dalam segala lapisan masyarakat.

Jika kita tarik paradigma tertentu, bahwa abstrak itu sendiri tak punya tempat dan ruang. Pada kenyataannya tidak seperti itu, jika kita lihat pada proses revitalisasi dan resistensi perkembangan seni rupa dalam aspek budaya, politik, ekonomi, sosial, religi serta multidimensional bahwa perkembangan abstrak sudah mampu mepresentasikan lewat kontekstualisme, tekstualisme dan intermedium yang tentu dengan konstruksi gambaran dan gejala yang sekaligus memberi makna tentang daya hidup dan menghibur.

Oleh sebab itu, ditengah berbagai persoalan yang menerpa, tiada manusia yang secara murni menghadirkan satu hal (misalnya sejarah, identitas, persoalan) dalam dirinya. Ia harus mengolah banyak hal (interteks, mengalami gesekan-gesekan/benturan budaya dan sosial), karena ditengah kesusuhan kita harus berupaya hidup, ditengah isu duka kita harus waspada. Ditengah upaya waspada alangkah baiknya kita tetap bergembira. Sekalipun akhir proses kegembiraan itu yang lahir haya berbentuk imajinasi, bagaimana juga itu budaya!

Harapan dari perupa, hasil dari konstruksi buah pikirannya direfleksikan dengan citraan yang dibangun untuk menjadi daya hidup dalam kehidupan multidimensional dan tidak terbatas pada perkara konsep artistik semata tetapi juga sebagai bentuk “akomodasi dan resistens”, dalam berbagai persoalan sehingga terjadilah refleksi dan retrospeksi berkesinambungan secara terus menerus.

18
Jan
10

Keistimewaan Wanita

28
Mar
09

Apakah Kata Pandu Masih Punya Makna?

Apakah Kata Pandu Masih Punya Makna?

Oleh

Johan Suwignjo

Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” sudah berkumandang di tanah air hampir sepuluh windu lamanya, semenjak lahir pada 28 Oktober 1928. Di saat berlangsungnya Kongres Pemuda di Jakarta, Wage Rudolf Supratman berani mengalunkan lagu ciptaannya tersebut dengan kata-kata yang berjiwakan nasionalisme, sekalipun negara kita belum merdeka. Di antara kata-kata yang penuh makna itu terdapat dua kata “pandu,” pertama “di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku” dan kedua di bait ke-3: “majulah negerinya, majulah pandunya, untuk Indonesia Raya. Secara filosofis kata pandu ini sungguh sangat bermakna, namun dalam praktik penggunaannya dewasa ini, saya khawatir maknanya itu berangsur-angsur akan lenyap. Wage Rudolf Supratman mencantumkan kata pandu di dalam lagu Indonesia Raya karena sebagai seorang Padvinder berkarakter, ia merasa bangga menjadi seorang Pandu Indonesia yang telah disemangati jiwa nasionalisme semenjak lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Perlu diketahui bahwa Scout Movement, sebuah gerakan yang bertujuan mendidik anak-anak/pemuda agar memiliki suatu karakter yang dilahirkan oleh Baden Powell pada 1908 di Inggris, dan dibawa masuk ke Indonesia oleh warga Belanda, Joh. P. Smits, pada 1912 dengan nama Padvinderij, pada masa itu juga berkembang di kalangan para pemuda Indonesiadengan jiwa dan semangat nasional. Semangat nasional ini telah mendorong seorang tokoh Sarikat Islam bernama Haji Agus Salim yang juga menjadi Padvinder dari Sarikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP) untuk mencari kata Indonesiadari Padvinder. Maka dipilihnya kata pandu dari dunia pewayangan, sosok yang merupakan bapak para Pendawa (Mahabarata) sebagai gambaran teladan para ksatria. Semenjak itu, Padvinder (Scout) resmi menjadi Pandu dan Padvinderij (Scout Movement) menjadi Gerakan Kepanduan. Karena Padvinder (Scout) berarti penunjuk jalan, maka kata “pandu” otomatis menjadi suatu istilah Indonesiayang baru untuk “penunjuk jalan”. Namun, ironisnya, dewasa ini Gerakan Kepanduan di Indonesia ternyata dikenal lebih populer dengan nama Gerakan Pramuka. Bahkan masyarakat dan media massa kini mengartikan Boy Scout dengan Pramuka seperti Boy Scout of America diterjemahkan menjadi Pramuka Amerika sekalipun dalam pengertian bahasa, Scout jelas tidak sama dengan Pramuka. Kata pandu sudah mulai menghilang dari perbendaharaan kita. Lalu bagaimana nasib kata pandu yang sudah tertera di dalam lagu kebangsaan kita? Jelas kita tidak mungkin dan tidak akan pernah mengubahnya. Tetapi apakah dengan demikian ia menjadi sebuah kata bermakna yang akan kehilangan makna? Sesuai dengan harapan Supratman, majulah Pandunya, Gerakan Kepanduan ternyata berkembang dengan baik di Indonesia dan menghasilkan banyak Pandu yang berkarakter dan berjasa bagi tanah air seperti Bung Tomo, Jendral Sudirman, dan lain-lain yang tak mungkin disebutkan satu per satu. Namun paham komunis yang memandang manusia sebagai alat atau unit dari masyarakat menganggap Gerakan Kepanduan yang bertujuan mendidik anak-anak/pemuda menjadi manusia Pancasila yang berkarakter ini sebagai suatu kendala. Sehingga dengan jalan fitnah, golongan komunis di Indonesia memaksa Bung Karno pada 9 Maret 1961 membubarkan Gerakan Kepanduan dan menggantinya dengan gerakan mirip Gerakan Pionir seperti di RRC dan Korea Utara. Untuk menyusun gerakan pengganti ini Bung Karno membentuk tim terdiri dari beberapa tokoh Pandu yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Brigjen Dr. Azis Saleh, Husen Mutahar, dan tokoh-tokoh dari golongan komunis. Namun tanpa sepengetahuan tokoh-tokoh komunis, dengan lihainya para tokoh Pandu menyusun pembentukan Gerakan Pramuka sebagai suatu gerakan yang pada dasarnya tetap merupakan Gerakan Kepanduan sementara kata Pramuka dipandang sebagai singkatan dan bukan suatu kata utuh yang mempunyai arti seperti “pionir”. Husen Mutahar mencari kepanjangannya dari kata Pramuka dalam bahasa Sansekerta dan berhasil menemukannya yaitu praja muda karana yang berarti rakyat muda yang berkarya atau berinsiatif. Suatu kiasan yang sebenarnya tidak berbeda dengan penunjuk jalan atau pandu. Maka Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 Tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka berisi suatu ketentuan bahwa pendidikan kepanduan di Indonesia ditugaskan kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana, disingkat Gerakan Pramuka. Surat Keputusan yang bertolak belakang dengan keinginan golongan komunis ini ditandatangani pada 20 Mei 1961 oleh Ir. H. Juanda, pejabat presiden RI yang notabene adalah juga seorang tokoh Pandu dan segera dimasukkan ke dalam Lembaran Negara. Untuk menghilangkan kerancuan antara istilah pandu dan Pramuka perlu kita sosialisasikan lagi bahwa istilah Indonesiauntuk Scout pada umumnya ialah pandu. Ini adalah kenyataan sejarah dan juga sudah tertulis di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W. J. S. Poerwadarminta. Sesuai dengan sejarah pembentukannya, Pramuka merupakan sebutan khusus bagi pandu-pandu yang ada di Indonesia. Dengan kata lain, Pramuka identik dengan Pandu Indonesiadan Gerakan Pramuka adalah nama perkumpulan dari para Pramuka atau dari pandu-pandu di Indonesia. Karena ini sudah merupakan sejarah, maka marilah kita luruskan sejarah dan jangan mengubah atau mengkhianati sejarah. Dengan memopulerkan lagi kata pandu, kita berharap kata yang sudah terpatri di dalam lagu kebangsaan kita ini tetap memiliki makna. Sehingga mudah-mudahan ulang tahun yang ke-80 dari lagu kebangsaan Indonesia Raya di Hari Sumpah Pemuda, ditandai pula dengan bermaknanya lagi kata pandu yang terkandung di dalam lagu tersebut. Dan semoga, dengan demikian tokoh-tokoh kita yang sangat berperan dalam mengakarkan istilah pandu dalam perbendaharaan bahasa kita namun kini sudah tiada seperti Haji Agus Salim, W. R. Supratman, Husen Mutahar, dan lain-lain, boleh tersenyum puas kembali di alam baka. Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku.

*** Penulis, Direktur Lembaga Pengembangan SDM Pribadi.

06
Feb
09

Hari Bahagia

Hari Rabu, 21 Januari 2009 merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi diriku dan istriku tercinta karena pada hari itu telah lahir seorang putra yang tampan dari rahim istriku. Walaupun pada awalnya ketegangan menyelimuti pikiranku akan kelahiran putra ku ini. Selama 12 jam istriku berjuangdan berupaya melahirkan jabang bayi namun pada akhirnya istriku harus menyerah di kamar operasi. Tepat pukul 22.10 WIB putraku pertama kalinya menghirup udara kehidupan. SAFA LAILUL AJWAD itulah nama yang kuberikan padanya. Semoga dengan nama yang kuberikan dapat memberikannya keberkahan dan limpahan rizki yang lapang bagi kami bertiga. Amien …

24
Des
08

Rahasia si Untung

Rahasia si Untung

Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

ketawa

ketawa

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?

Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.

Siap mulai menjadi si Untung?

24
Des
08

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup

“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada
saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan
tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau
mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat
finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.

Bangun network

Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti
rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.

Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho
ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi
suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin

23
Des
08

Baret Coklat Milik Siapa ya ?

Baret Coklat Miliknya Siapa ?

Baret Coklat Milik Siapa ? Pada penyelenggaraan upacara besar di Tingkat Nasional, kali ini nampak sesuatu yang
berbeda dengan para presiden sebelumnya. Seperti pada pembukaan Raimuna ke 9 yang baru lalu, Presiden selaku Ka
Mabinas mengenakan baret coklat seperti yang dipergunakan oleh para Para Anggota Penegak dan Pandega.

Pramuka Utama Indonesia

Pramuka Utama Indonesia

Banyak yang tanya kenapa beliau menggunakan topi baret, kenapa tidak menggunakan peci seperti biasanya ? atau sudahkan sesuai dengan petunjuk yang dileluarkan oleh Kwartir Nasional tentang Seragam Pramuka ? Apakah hanya sebagai penghormatan kepada Para Anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang adalah sekaligus di ajang kegiatan milik mereka ? Tetapi yang tidak bisa kita pahami adalah apabila itu sudah sesuai dengan Selera Pimpinan ! Perlu diingat, bahwa, seorang Presiden adalah bagian dari perangkat Kepresidenan yang merupakan simbol simbol kenegaraan yang patut kita jaga kewibawaan dan kehormatannya. Sudah barang tentu setiap kebijakan yang diambil maka sudah harus dilandasi dengan ketentuan yang berlaku, jika di lingkungan pramuka maka disesuaikan dengan AD/ ART Gerakan Pramuka. Jika penggunaan Seragam Pramuka tidak sesuai petunjuk yang dikeluarkan oleh Kwartir Nasional maka jelas akan memungkinkan timbul pemakaian seragam yang beraneka ragam. Akan lebih parah jika ada yang punya pendapat, misalnya :

lha presiden saja boleh masak gubernur/ bupati tidak ? tentunya juga boleh kan ?

Lha terus pakai aturan mana lagi ?


Fenomena ini juga terjadi di daerah kami, rekan-rekan pembaca bisa mengamati pada gambar berikut ini :

baret coklat milim siapa ya?

baret coklat milik siapa ya?

Banyangkan terlihat di foto beliau mengenakan atribut seorang pelatih, pita mahir penegak melintang dilehernya  pula mengenakan baret coklat . Sungguh ironis sekali bukan ? Mungkin ini pengaruh apa yang terjadi pada Pramuka Utama kita !!!

Singkat cerita agar tidak menimbulkan polemik dan banyak pertanyaan yang mungkin bisa menimbulkan banyak persepsi, maka pihak Kwartir Nasional yang berkompeten dengan penyelengaraan ini harus mampu mensosialisasikan hal hal seperti yang tersebut khususnya masalah penggunaan seragam.Setiap kebijakan yang sudah diatur tapi baru, sebaiknya dipayungi dengan hukum yang mengatur dan melindungi tentang perubahan tersebut secara khusus. Bisa jadi Presiden adalah Ka Mabinas sekaligus berkedudukan sebagai Pramuka Utama, dapat pula dijadikan Anggota Kehormatan dalam suatu Forum Kegiatan tersebut ( Ingat, di lingkunagan T/D mengenal tradisi atau adat istiadat). Namun demikian tetap memerlukan aturan tersendiri, sebagai payung hukum tentang hal itu. Demikian pula tentang penggunaan seragam bagi pramuka yang mengikuti kegiatan di luar negeri. Banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa itu, antara lain ; Tetap berpedoman pada AD/ ART Gerakan Pramuka.Belajar menghormati ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku ( PP ) Menghindari kekeliruan pendapat maupun persepsi yang berbeda.Menghindari anekdot ganti pimpinan/ pengurus ganti kebijakan atau selera.Atau peraturan dibuat hanya berlaku untuk yang di daerah saja. Kita ini seorang pembina, sudah menjadi keharusan sebagai pembina dalam memberikan pendidikan kepada anak didiknya selain dengan keteladanan adalah menganjurkan mereka untuk berani bicara jika itu sesuatu yang diyakini adalah benar. Dengan demikian. nantinya tidak ada lagi petanyaan yang  berkelakar , baret ini milik siapa. ya ? Bagaimanapun kita tetap bangga dengan seragam kita, dulu pakai baret sekarang peci, yang pasti tertib dalam pemakaiannya. Salam Pramuka…

Sumber : pramukanet.org

11
Des
08

Doa Cinta Sang Pengantin

Doa cinta sang pengantin

Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.

Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.

Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.

Amin

Ya Allah…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah…
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.

Ya Allah…
Hari ini ( tgl 25 April 2008 ) dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji dalam Mitsaqan Ghaliza di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.

Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu. Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.

Ya Allah…
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.

Ya Allah…
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.

Ya Allah…
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.

Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Amiin…

Kami yang berbahagia,

Eka & Jawad


Terima kasih  untuk rekanku Vie & Iqbal yang telah menuliskan ini semua.

27
Mei
08

Pancasila dan Permasalahannya